“Etika Penggunaan AI” Dibahas dalam Seminar MHM di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi
.
Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Sabtu (3/5/2025), paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul “Etika Penggunaan Artificial Inttelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan”. Hadir sebagai narasumber, Dr. Mohamed Abdulzaher, CEO the Artificial Intelligence Journalism Foundation for Research and Forecasting (AIJRF).
Di awal sesi, Dr. Abdulzaher mengungkapkan kegembiraannya mendapat kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan MHM. Dia menyatakan, “Saya bangga bahwa pesan-pesan perdamaian dan cinta disebarkan dari Abu Dhabi ke seluruh dunia, sejalan dengan seruan untuk kebijaksanaan dan regulasi di era kecerdasan buatan.” Ia menekankan kebutuhan mendesak untuk membangun kerangka etika dan legislatif yang jelas untuk teknologi, alat, dan aplikasi AI guna memastikan penggunaan yang bertanggung jawab dan melindungi privasi individu.
Dr. Abdulzaher mencatat bahwa AI seperti ChatGPT dan Gemini hanya mewakili setetes air di lautan kemajuan AI. Menurutnya, jumlah aplikasi berbasis AI melonjak dari sekitar 35.000 pada 2018 menjadi 50.000 pada 2024, dengan proyeksi melebihi satu juta aplikasi pada akhir 2025.
Ia selanjutnya mengklarifikasi perbedaan penting antara “alat” dan “aplikasi,” dengan menunjukkan bahwa alat seperti ChatGPT dan Gemini berfungsi sebagai mekanisme implementasi, sementara aplikasi merujuk pada sistem AI terintegrasi yang berfungsi dalam lingkungan yang lengkap. Mengingat pesatnya perkembangan ini, ia menekankan perlunya pengembangan standar etika yang kuat, dengan memperingatkan bahwa penggunaan yang tidak diatur dapat menimbulkan risiko bagi individu dan masyarakat, khususnya karena perusahaan berlomba-lomba menawarkan layanan bertenaga AI yang lebih cepat dan lebih tepat.
CEO AIJRF juga meminta jurnalis dan lembaga media untuk memikul tanggung jawab mereka dengan mengungkapkan kapan AI digunakan dalam produksi konten. Ia menggarisbawahi peran penting badan legislatif dalam memberlakukan undang-undang dan memantau penggunaan teknologi ini di sektor publik dan swasta. “AI bukanlah pengganti manusia,” tegasnya. “AI harus dilihat sebagai alat yang meningkatkan kinerja manusia,” sambungnya.
Dr. Abdulzaher melanjutkan: “Tidak ada pekerjaan yang terancam oleh AI—hanya individu yang berisiko karena mereka belum meningkatkan keterampilan mereka.” Ia menunjukkan bahwa AI saat ini digunakan di lebih dari 50 juta pekerjaan di seluruh dunia, menghasilkan keuntungan ekonomi yang signifikan.
Ia mengakhiri dengan seruan untuk penggunaan teknologi yang sadar dan bertanggung jawab, dengan menyatakan, “AI adalah alat yang hebat, tetapi tidak dapat menggantikan pikiran manusia. Kita harus belajar untuk menguasainya, bukan menyerah padanya.”
Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2025 menampilkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk pilihan terbitan terbaru dari Al-Hokama Publishing. Karya-karya ini membahas beberapa isu intelektual dan budaya yang paling aktual dan mencerminkan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian, mendorong dialog, dan menanamkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan manusia. Paviliun MHM terletak di Aula 10, stan 10C35.