Beri Kuliah Umum di Pesantren Ngabar, Delegasi MHM Berbagi Kaidah Menghafal Al-Qur’an
.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) asal Al Azhar – Kairo, Mesir, Dr. Sara Atha Amin Mohammed, Lc., MA melanjutkan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Walisongo Ngabar, Jawa Timur, Sabtu (22/3/2025). Di hadapan ratusan santri, Dr. Sara memberikan kuliah tentang Metodologi Menghafal Al-Qur’an.
Kuliah Umum ini terselenggara berkat kerja sama Majelis Hukama Muslimin (MHM), Wihdah Azhariyah Indonesia, dan Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar. Acara ini juga menjadi rangkaian dari Safari Ramadan 1446 H, hasil kerja sama MHM dengan Kementerian Agama dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM).
Mengawali paparannya, Dr. Sara menjelaskan tentang sejumlah keistimewaan seseorang penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, ahli Qur’an meraih pahala yang besar bahkan Al-Qur’an akan memberikan syafaat untuknya. Ahli Qur’an juga akan bersama para malaikat mulia nan taat, serta memperoleh kedudukan yang mulia di dunia juga di akhirat.
“Ini sebagaimana hadis Nabi bahwa ahli Qur’an akan senantiasa ditemani al-Qur’an bahkan saat ia berada di dalam kubur hingga ia kemudian masuk ke surga,” paparnya.
Keistimewaan yang lain, ahli Qur’an akan memasangkan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya. Al-Qur’an menjadikannya mulia di sisi Allah swt. Ahli Qur’an adalah orang-orang terpilih dari ciptaan-Nya dan menjadi sebaik-baiknya manusia
“Diantara keberkahan Al-Qur’an ialah mempertajam memori dan ingatan yang menghafalnya. Menghafal Al-Qur’an adalah kenikmatan terbesar di muka bumi,” sebutnya.
“Ahli Qur’an merupakan anak yang paling berbakti kepada orang tuanya. Al-Qur’an merupakan penyembuh untuk segala penyakit dalam hati,” sambungnya.
Kepada para santri Walisongo – Ngabar, Dr. Sara juga berbagi tentang kaidah dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, ada 10 kaidah utama dan 10 kaidah penunjang.
Berikut 10 kaidah utama dalam menghapal Al-Qur’an:
(1) Mensucikan niat hanya untuk beribadah kepada Allah swt.
(2) Mengukuhkan keinginan dan kegigihan dalam menghapal AlQur’an.
(3) Menyadari esensi utama dalam menghapal Al-Qur’an
(4) Mengamalkan segala ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an
(5) Meninggalkan segala maksiat untuk menghapal Al-Qur’an
(6) Berdoa agar Allah memberikan karunia dan anugerah untuk menghapal Al-Qur’an.
(7) Meraih pemahaman yang benar tentang kandungan Al-Qur’an.
(8) Menelaah tajwid dengan benar
(9) Membaca Al-Qur’an secara terus menerus meski sedang tidak menghapal.
(10) Membaca hapalannya dalam Sholat.
Berikut 10 kaidah penunjang dalam menghafal Al-Qur’an:
(1) Membuat program dalam menghapal Al-Qur’an
(2) Mengikuti bacaan imam dalam sholat
(3) Selalu membawa mushaf kemanapun untuk mengisi waktu kosong
(4) Menghapal secara berkelompok
(5) Menghubungkan ayat pertama dengan ayat terakhir dalam sebuah surat sebelum melanjutkan ke surat lainnya.
(6) Mendetailkan hapalan
(7) Menghapal dari satu mushaf saja.
(8) Menghapal dari surat yang termudah terlebih dahulu.
(9) Berpartisipasi dalam kompetisi menghapal Al-Qur’an.
(10) Menelaah ayat dan kalimat-kalimat yang mirip.