Beri Motivasi Santri Ma'had Al-Azhar Asy-Syarif, Delegasi MHM Dr. Sara Atha Tegaskan Kesabaran adalah Kunci
.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Dosen Universitas Al-Azhar Asy-Syarif Mesir Dr. Sara Atha Amin Mohammed, Lc., MA, mengunjungi Ma'had Al-Azhar Asy-Syarif dalam rangka Syiar dan Safari Ramadhan 1446 H, Selasa (11/3/2025). Dr. Sara, panggilan akrabnya, menyapa para santri yang berkumpul di Aula lantai 2 Masjid Ma'had Al-Azhar Asy-Syarif.
Kehadiran ulama perempuan ahli Ushul Fiqih ini didampingi M. Reza, mewakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta. Hadir juga, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Al-Azhar Asy-Syarif, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 41 Al-Azhar Asy-Syarif, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 23 Al-Azhar Asy-Syarif. Tampak hadir juga, Syeikh Dakruri Abdul Na'im, serta dewan guru dan peserta didik.

Kehadiran Dr. Sara menjadi momentum penting untuk memperdalam wawasan keislaman, khususnya dalam memahami makna kesabaran dalam kehidupan seorang Muslim. Dr. Sara merupakan salah satu dari enam delegasi Al-Azhar dan Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang selama Ramadhan 1446 H bertugas berdakwah di Indonesia. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM).
Di hadapan para santri, Dr. Sara berbagi pengetahuan tentang "Kesabaran dalam Urusan Agama dan Duniawi serta Dampaknya terhadap Pembentukan Kepribadian Seorang Muslim". Menurutnya, kesabaran dan rasa syukur adalah bagian dari keimanan seseorang. Ia menguraikan tiga jenis kesabaran yang perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:
Pertama, sabar dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seorang Muslim harus memiliki keteguhan hati dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kedua, sabar dalam menghindari perbuatan maksiat. Kesabaran ini diperlukan agar seseorang mampu menjaga dirinya dari godaan dan larangan yang dapat menjauhkannya dari nilai-nilai Islam.
Ketiga, sabar dalam menghadapi takdir Allah. Menerima ketentuan Allah dengan ikhlas dan tidak mengeluh merupakan bentuk kesabaran yang dapat memperkuat iman seorang Muslim.
Beliau juga menekankan bahwa sabar adalah kunci dalam menghadapi segala ujian hidup, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. "Kesabaran akan melatih jiwa kita menjadi lebih kuat dan mendekatkan kita kepada Allah SWT," ujar Dr. Sara dalam tausiyahnya.
Acara berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana para peserta didik dan dewan guru aktif berdialog serta bertanya mengenai implementasi kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama serta harapan agar bulan Ramadhan menjadi momen untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan wawasan keislaman para peserta semakin bertambah, dan nilai-nilai kesabaran yang diajarkan dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.