Capaian MHM 2022, Dunia Terus Rayakan Dokumen Persaudaraan Manusia

Capaian MHM tahun 2022 Capaian MHM tahun 2022

Majelis Hukama Muslimin (MHM) terus berupaya mempromosikan Dokumen Persaudaraan Manusia di sepanjang 2022. Dokumen bersejarah ini ditandatangani oleh Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, bersama pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.

Majelis Umum PBB dengan suara bulat telah menyetujui momen penandatanganan dokumen tersebut dijadikan sebagai hari internasional untuk persaudaraan manusia. Sejak itu, beberapa negara mengadopsinya sebagai dokumen Patriotik untuk negaranya. Banyak juga pemimpin agama dunia yang mengadopsinya sebagai dokumen untuk menyebarkan dan mempromosikan perdamaian di dunia. Bahkan, nilai-nilai Dokumen Persaudaraan Manusia juga dipromosikan sejumlah universitas dunia dan masuk dalam kurikulum pendidikan mereka.

MHM mencatat, ada sejumlah peristiwa penting terkait dokumen Persaudaraan Manusia di sepanjang tahun 2022. Pada 19 Mei 2022 misalny, Presiden Jose Ramos-Horta, Presiden Timor Leste, mengumumkan bahwa Parlemen Nasional telah mengambil keputusan dengan suara bulat untuk mengadopsi Dokumen Persaudaraan Manusia sebagai dokumen nasional negara. Ini sekaligus menjadi penanda bahwa dokumen bersejarah ini akan diadopsi dalam kurikulum sekolah Timor Leste.

Di hadapan Sekjen MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam yang hadir saat pelantikan Presiden Timor Leste, Horta yang saat itu dilantik mengatakan bahwa dalam kapasitasnya sebagai Presiden, dia menandatangani dokumen pernyataan yang membutuhkan komitmen dan kerja bersama penanggung jawab sistem pendidikan, gereja, dan komunitas keagamaan. Pernyataan itu mengadopsi ajaran dan prinsip yang ditetapkan dalam Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan yang akan masuk dalam kurikulum sekolah nasional Timor Leste. Horta juga menekankan bahwa dirinya akan berpartisipasi aktif dalam mempromosikan dokumen tersebut di tingkat internasional.

Momen berikutnya terjadi pada 25 September 2022. Saat itu, para pemimpin dunia dan tokoh agama berpartisipasi dalam Konferensi Pemimpin Agama. Konferensi kali ke-7 ini mengangkat tema “Peran Pemimpin Agama dalam Pembangunan Spiritual dan Sosial Kemanusiaan Pasca Pandemi Covid-19". Lebih dari 108 pemimpin agama dan pemimpin dari seluruh dunia hadir. Mereka sepakat bahwa Dokumen Persaudaraan Manusia telah berkontribusi pada promosi perdamaian, dialog, saling pengertian dan menghormati di antara sesama manusia  Kesepakatan ini disampaikan di hadapan Presiden Kazakhstab Qassem Jomart Toqayev, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, dan pemimpin gereja Katolik Vatikan, Paus Fransiskus.

Sementara sejumlah kampus di berbagai negara mengaktifkan dan mempromosikan nilai-nilai dokumen persaudaraan manusia melalui kurikulum pendidikan mereka, para mahasiswa berbagai negara juga diperkenalkan hal sama di ruang-ruang perkuliahan mereka. Dokumen tersebut dipelajari lebih dari 1,5 juta pelajar, baik di Institut Al-Azhar dan Universitas Al-Azhar Mesir, serta di sejumlah kampus dan sekolah di Uni Emirat Arab, Lebanon, Italia, dan lainnya. Dokumen Persaudaraan Manusia dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mereka.

Hal ini antara lain ditekankan oleh Presiden Universitas Georgetown, di sela-sela forum "Memperkuat Solidaritas Manusia" yang diselenggarakan kampusnya pada September 2022. Menurutnya,  pengenalan Human Fraternity Document di universitasnya telah memberikan dampak yang sangat positif di kalangan mahasiswa, utamanya dalam mempromosikan dialog, saling menghormati, dan menerima.

Pada November 2022, Dokumen Persaudaraan Manusia juga didiskusikan selama Forum Dialog Bahrain. Forum ini digelar dengan tajuk Dialog Timur-Barat untuk Koeksistensi Manusia. Hadir, Raja Kerajaan Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus. Hadir juga,  lebih dari 200 pemimpin dunia dan pemimpin agama, intelektual, pemikir dan insan media. Forum tersebut menjadi babak baru dalam promosi persaudaraan manusia untuk mendorong dialog dan koeksistensi manusia antara Timur dan Barat.

Jauh sebelum itu, tepatnya pada Juli 2022, peserta Forum Karikatur Al-Azhar, juga menunjukkan minat besar mereka terhadap Dokumen Persaudaraan Manusia dan prinsip-prinsipnya. Forum ini diikuti para peserta dari 31 negara. Ada lebih dari 400 karya seni dan lukisan dengan tema yang mendukung nilai-nilai Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan, dan menunjukkan pengaruhnya dalam memerangi kebencian dan menyikapi wacana diskriminasi dan rasisme.

Tahun 2022 juga menjadi saksi perayaan akademik Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan yang menjadi bahan kajian dan minat para peneliti. Misalnya, di Fakultas Kajian Asia Universitas Zagazig-Mesir, ada riset disertasi doktoral yang berjudul: “Dokumen Persaudaraan Manusia dan Dampaknya Terhadap Muslim di Asia, Rohingya dan Uighur sebagai Model”. Riset ini disampaikan oleh Mayada Tharwat. Dia menegaskan peran sejarah dua lembaga agama terbesar di dunia dalam penyelesaian Dokumen Persaudaraan Manusia, yaitu Al-Azhar Al-Sharif dan Gereja Katolik Vatikan. Dia juga memuji peran penting Uni Emirat Arab dan Syeikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, dalam mensponsori lahirnya Dokumen Persaudaraan Manusia yang bersejarah.

Selamat!

Sebar Artikel Ini

Artikel Terkait

404 Not Found

Not Found

The requested URL was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.