Delagasi MHM dari Al Azhar Jadi Imam Salat Tarawih di Bone, Jemaah Merasa Seperti di Tanah Suci
.
Suasana salat tarawih di Masjid Agung Al Markaz, Kabupaten Bone, pada malam ke-11 Ramadan, Senin (10/3/2025), terasa berbeda. Dua ulama delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) dari Al Azhar Kairo, Mesir, yakni Syekh Hamdy Fetyan Ahmad Elsyekh Aly dan Syekh Ahmad Attia Attia Ibrahim Gadalla, hadir dan memimpin salat Isya dan Tarawih.
Kehadiran keduanya, menciptakan pengalaman spiritual yang mendalam bagi jemaah. “Tadi kita mendengar bersama bagaimana Syekh memimpin salat Isya, seakan-akan kita berada di Mekah atau Madinah,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid usai mengikuti jamaah Salat Isya dan Tarawih.
Ikut juga dalam salat berjamaah, Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Gaffar, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone, Abdul Rafik, beserta jajarannya. Mereka bergabung dengan jemaah yang memadati Masjid Agung Al Markaz.
Kehadiran dua ulama ini merupakan bagian dari program Syiar Ramadan 1446 H, yang mengusung tema Persaudaraan, Pemberdayaan Disabilitas, dan Merawat Alam. Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Agama dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dalam rangkaian Safari Ramadan di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, mereka disambut oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, di Rumah Jabatan Bupati, sekaligus berbuka puasa bersama.
Ali Yafid mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bone serta jemaah Masjid Agung atas sambutan hangat terhadap delegasi MHM dari Al Azhar Kairo. Ia juga menjelaskan bahwa ulama dari Al Azhar sengaja diundang ke Indonesia karena pemikirannya sejalan dengan para ulama di Tanah Air.
“Ada enam ulama yang didatangkan ke Indonesia dan mereka mengunjungi tujuh provinsi, termasuk Sulawesi Selatan dengan tujuh kabupaten, salah satunya Bone. Mereka menyampaikan ceramah tentang teologi, humanisme, dan berbagai tema lainnya. Semoga kita semua mendapatkan keberkahannya,” ujarnya.
Syekh Ahmad Attia Attia Ibrahim Gadalla menyampaikan ceramah tarawih dalam bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan oleh seorang pendamping. Sementara itu, Syekh Hamdy Fetyan Ahmad Elsyekh Aly bertindak sebagai imam salat tarawih dan witir. Direncanakan, Syekh Hamdy juga akan memberikan ceramah subuh di Masjid Nuruttijarah, Eks Pasar Sentral pada keesokan harinya.