Grand Syekh Al Azhar Bertemu Presiden Singapura, Sepakat Terus Desak Penghentian Agresi di Gaza
.
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima kunjungan Tharman Shanmugaratnam, Presiden Republik Singapura, dan Ibu Negara Jane Yumiko Ittogi, di Mesir, Selasa (23/9/2025). Pertemuan ini membahas upaya memperkuat kerja sama akademis dan advokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Grand Syekh Al Azhar memuji model teladan Singapura dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Grand Syekh mengamati langsung kemajuan itu saat berkunjung ke Singapura. Imam Akbar Ahmed Al Tayeb juga menegaskan komitmen Al-Azhar untuk melatih para imam Singapura, meningkatkan keterampilan mereka dalam menangani isu-isu kontemporer, dan mendirikan pusat pembelajaran bahasa Arab di Singapura untuk melayani masyarakatnya dalam mempelajari bahasa Arab.
Presiden Shanmugaratnam juga memuji upaya Grand Syekh Al Azhar dalam mempromosikan perdamaian dan harmoni global. "Saya datang kepada Anda hari ini dengan delegasi multietnis dan multiagama, mencerminkan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam yang kami miliki kepada Anda, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata sepenuhnya," paparnya.
Imam Akbar yang juga Ketua MHM dan Presiden Shanmugaratnam juga membahas situasi yang memprihatinkan di Jalur Gaza. Keduanya menekankan kebutuhan mendesak untuk mengadvokasi diakhirinya agresi yang menargetkan warga sipil tak berdosa dengan segera dan tanpa syarat.
"Kami menyerukan kepada Anda dan para pemimpin dunia yang bijaksana untuk mengerahkan segala upaya untuk campur tangan dan menghentikan agresi ini," ujar Grand Syekh sambil menyampaikan apresiasi atas beragam upaya untuk mengakui Negara Palestina.
Lebih lanjut, Imam Akbar dan Presiden Shanmugaratnam juga membahas partisipasi Singapura dalam konferensi 'Agama untuk Pembangunan dan Perdamaian', yang akan diselenggarakan oleh MHM bekerja sama dengan Al-Azhar. “Kami telah sepakat dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk menyelenggarakan konferensi ‘Agama untuk Pembangunan dan Perdamaian’ guna menampilkan negara-negara ini sebagai model pembangunan dan koeksistensi antaragama, serta berbagi pengalaman perintis mereka dengan dunia Muslim. Hal ini akan mendorong pertukaran pengetahuan dan keahlian, yang berkontribusi pada visi komprehensif untuk kemajuan dunia Muslim kita. Kami sepenuhnya yakin bahwa partisipasi dan dukungan Singapura akan memastikan keberhasilan konferensi ini dalam memenuhi misinya dan memperkuat pesannya,” tutur Grand Syekh.
Presiden Shanmugaratnam menyambut baik partisipasi Singapura dan menjanjikan dukungan negaranya untuk memastikan keberhasilan konferensi tersebut.