Hari Perdamaian Internasional, MHM Ajak Dunia Tebarkan Nilai Toleransi dan Koeksistensi
Ilustrasi
Tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional. Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengajak semua pihak untuk terus menebarkan nilai toleransi dan koeksistensi.
“Pada peringatan Hari Perdamaian Internasional, 21 September, kami mengajak diri kami sendiri, para pembuat kebijakan di dunia, kalangan pemikir, cendekiawan, filsuf, tokoh agama, awak media, dan lain-lain untuk menebarkan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, kedamaian, keadilan, keindahan, persaudaraan, dan hidup berdampingan secara rukun, untuk menjadi biduk penyelamat bagi kita semua,” demikian pesan tertulis yang disampaikan MHM menyambut Hari Perdamaian Internasional, Rabu (21/9/2022).
“Tuhan menciptakan semua manusia dengan hak, kewajiban, dan kehormatan yang sama. Semua manusia diserukan untuk dapat hidup bersama sebagai satu saudara memakmurkan bumi dan menebarkan kebaikan, cinta, dan kedamaian,” lanjutnya.
Dalam keterangan tertulis tersebut dijelaskan bahwa Islam adalah agama kedamaian, toleransi, cinta kasih, dan kebaikan untuk seluruh umat manusia. Islam memerintahkan manusia untuk bekerja sama dalam kebaikan dan kebajikan sesuai firman Allah: Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Islam juga melarang manusia untuk bekerja sama dalam berbuat buruk atau menimbulkan kerugian bagi orang lain, sesuai firman Allah dan janganlah bertolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (QS al-Maidah [5]: 2).
Islam secara tegas menyatakan bahwa semua manusia berasal dari satu bapak, Adam, sedangkan Adam tercipta dari tanah. Tidak ada yang memiliki keunggulan dibandingkan yang lain kecuali karena sikap takwanya. Manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa untuk tujuan saling mengenal dan bekerja sama dalam kebaikan. Allah Swt. berfirman: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. (QS Al-Hujurat [49]: 13).
MHM yang diketuai Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk menebarkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan manusia, dan menciptakan perdamaian yang berkeadilan dan menyeluruh bagi umat manusia. Di antara langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
- MHM mengirim 15 kafilah perdamaian ke sejumlah negara di dunia untuk menebarkan kedamaian dan toleransi. Di antaranya adalah Afrika Selatan, Afrika Tengah, Chad, Indonesia, Italia, Jerman, Kenya, Kolumbia, Nigeria, Pakistan, Perancis, Spanyol, dan lain-lain.
- Bekerja sama dengan Al-Azhar, MHM menyelenggarakan sejumlah konferensi internasional untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan, cinta, dan kedamaian. Di antara konferensi yang paling menonjol adalah konferensi yang bertajuk “Kebebasan dan Kewarganegaraan: Keberagaman dan Integrasi” pada 2017 yang diikuti oleh lebih dari 50 negara. Juga ada “Konferensi Perdamaian Internasional” pada 2017 yang dihadiri oleh Pemimpin Gereja Vatikan Sri Paus Fransiskus dan pemuka agama dunia.
- Meluncurkan Piagam Persaudaraan Manusia, sebuah dokumen yang dinilai sangat fenomenal dalam sejarah kontemporer umat manusia. Piagam itu ditandatangani bersama oleh Ketua MHM Syekh Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Vatikan Sri Paus Fransiskus di Abu Dhabi, 4 Februari 2019, dan disponsori oleh Presiden Uni Emirat Arab Syekh Mohamed bin Zayed.