Hari Persaudaraan Manusia Internasional, MHM Gelar Seminar di Pameran Buku Dunia New Delhi 2025
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar yang menggugah pikiran berjudul "Dokumen tentang Persaudaraan Manusia - Dasar Toleransi dan Koeksistensi" di paviliunnya pada Pameran Buku Dunia New Delhi 2025, Rabu (5/2/2025). Diselenggarakan untuk memperingati Hari Persaudaraan Manusia Internasional, seminar tersebut menandai peringatan 6 tahun penandatanganan Dokumen tentang Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, di Abu Dhabi, 4 Februari 2019.
Seminar ini menghadirkan narasumber, Goswami Sushil Maharaj Ji (Koordinator Nasional Parlemen Agama India), Giani Jaskirat Singh (Peneliti Spiritual dan Aktivis Perdamaian), dan Dr. Henna Praveen (Pendidik dan Aktivis Sosial Terkemuka).
Giani Jaskirat Singh menekankan bahwa kedamaian adalah kondisi pikiran yang tidak boleh diganggu oleh keadaan eksternal. Ia mendesak individu untuk mengatasi rasa takut, ego, dan perpecahan, dengan menyatakan, "Kebijaksanaan sejati terletak pada kemurnian batin, bukan perbedaan eksternal. Kemanusiaan menderita ketika kita berfokus pada apa yang memisahkan kita daripada nilai-nilai umum yang menyatukan kita." Ia lebih lanjut menyoroti bahwa kesalahpahaman, bukan realitas, yang memicu rasa takut dan konflik dan menekankan perlunya menghilangkan ketidaktahuan melalui pengetahuan dan pendidikan.
Dr. Henna Praveen berbicara tentang perlunya persaudaraan dalam membangun masyarakat yang harmonis, menjelaskan bahwa "Persaudaraan berarti berdiri bersama, saling mendukung, dan memastikan bahwa hidup dalam masyarakat adalah berkah, bukan beban." Ia menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan perbedaan dan mencatat bahwa ego merupakan hambatan signifikan bagi perdamaian, karena banyak konflik muncul akibat kurangnya komunikasi dan pemahaman. Ia juga berbagi wawasan tentang bagaimana lembaga pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi mendatang, mendorong inklusivitas, dan menanamkan nilai-nilai koeksistensi.
Goswami Sushil Maharaj Ji menggarisbawahi pentingnya melestarikan sejarah dan warisan budaya sebagai sarana untuk mendorong persatuan. Ia menyatakan, "Kekerasan atas nama agama adalah dosa universal. Setiap agama mengutuknya, dan kita harus bersatu dalam menolaknya." Ia lebih lanjut menekankan bahwa warisan India yang beragam selalu merangkul integrasi, dan bahwa para tetua harus membimbing generasi muda menuju kehidupan yang etis dan saling menghormati. Ia menyerukan upaya yang lebih besar dalam dialog dan kolaborasi antaragama, dengan mengakui nilai-nilai kemanusiaan bersama sebagai dasar masyarakat yang damai.
Acara tersebut menarik banyak hadirin yang terlibat, termasuk para cendekiawan, mahasiswa, dan profesional, yang semuanya ingin berpartisipasi dalam diskusi tentang prinsip-prinsip persatuan, dialog, dan koeksistensi yang damai. Hal ini juga memicu keterlibatan yang mendalam dari para hadirin, dengan para peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi tentang persaudaraan manusia, toleransi, dan hidup berdampingan.
Pameran tahun ini menjadi partisipasi ketiga berturut-turut MHMM di Pameran Buku Dunia New Delhi. Keterlibatan MHM menggarisbawahi komitmennya terhadap pertukaran intelektual dan budaya, mendorong dialog, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan hidup berdampingan.
Melalui berbagai publikasinya, karya terjemahan, dan diskusi yang menarik, MHM terus menjembatani budaya dan memperkuat pentingnya nilai-nilai kemanusiaan bersama di panggung global. Paviliun MHM (I-04) di Pameran Buku Dunia New Delhi 2025 terletak di Aula 4 di Pusat Konvensi Bharat Mandapam, Pragati Maidan, New Delhi.