Ikut World Congress of Families di Meksiko, MHM Ingatkan Pentingnya Nilai Moral Spiritual dalam Keluarga
MHM ikut berpartisipasi dalam World Congress of Families ke-14, di Meksiko
Majelis Hukama Muslimin (MHM) ikut berpartisipasi dalam World Congress of Families (Konferensi Dunia tentang Keluarga) ke-14. Konferensi ini diadakan di ibu kota Meksiko, Meksiko, pada awal Oktober 2022.
Ada sejumlah isu yang dibahas, antara lain terkait peran para pemimpin agama dalam melestarikan kesatuan keluarga sebagai inti dari masyarakat dan kemanusiaan. Peran keluarga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan stabil.
Keterlibatan MHM dalam konferensi ini diwakili oleh Dr. Tariq Shaaban. Dia adalah mantan Direktur Observatorium Al-Azhar untuk Memerangi Ideologi Ekstremis.
Dalam presentasi, Shaaban, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa Dokumen Abu Dhabi tentang Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb dan pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, di bawah perlindungan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, menyerukan perlunya memperhatikan keluarga dan perannya dalam membesarkan anak-anak dan membesarkan mereka pada nilai-nilai moral dan spiritual yang sehat.
Shaaban menambahkan bahwa Dokumen Persaudaraan Manusia juga berfokus pada perlunya bekerja untuk melindungi keluarga dari upaya penghancuran dan kecurigaan, serta membantunya mencapai tujuan mulia. Yaitu, melindungi anggotanya, mendidik mereka dan mengembangkan mereka secara moral, sehat, dan spiritual.
"Kita juga perlu bekerja untuk melindungi keluarga dalam menghadapi kecenderungan individu dan keegoisan, serta wacana ekstremisme, kebencian, intoleransi dan diskriminasi. Ini penting untuk menciptakan generasi masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif untuk membangun dan mengembangkan masyarakat mereka dan dunia," terang Shabaan.

Di hadapan peserta konferensi, Shabaan juga memperingatkan adanya ajakan yang menipu dan kamu muda sebagai targetnya. Ajakan itu mengajak untuk membebaskan mereka dari membangun entitas keluarga. "Ajakan itu menawarkan alternatif yang jauh dari ajaran agama, norma manusia, naluri murni dan pikiran yang sehat," pesannya
Konferensi yang diselenggarakan selama empat hari ini diikuti peserta dari berbagai negara. Sejumlah isu dan tema penting dibahas, terutama tentang upaya membentuk keluarga yang stabil, keluarga dan spiritualitas, anak yang kuat lahir dari keluarga yang hebat, kebebasan beragama, pembangunan keluarga, masa kanak-kanak, pendidikan, keluarga dan hiburan, dan topik lainnya yang menguatkan entitas keluarga dan mendukung misi sosialnya.
MHM yang dipimpin Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, selama ini menaruh perhatian besar pada entitas keluarga. MHM memperingatkan umat tentang bahaya kampanye yang didesain dengan matang dan juga didanai, yang menyerukan kaum muda untuk melepas tangan mereka dari ikatan keluarga dan memandang “perkawinan” sebagai penipuan besar yang tidak sesuai lagi dengan budaya masa kini.
"MHM memandang pentingnya melestarikan entitas keluarga sebagai inti yang tak terpisahkan dari masyarakat dan kemanusiaan," tandasnya.