Inisiatif Pertama Vatikan dalam Kepemimpinan Paus Leo XIV: MHM, Gereja Katolik, dan AARP Luncurkan Piagam Global Junjung Hak dan Martabat Lansia
.
Pada kegiatan resmi pertama Vatikan dalam kepemimpinan Paus Leo XIV, Majelis Hukama Muslimin (MHM), the Pontifical Academy for Life, dan the American Association of Retired Persons (AARP), Sabtu (17/5/2025), meluncurkan piagam penting yang didedikasikan untuk mendukung dan menjaga hak dan martabat masyarakat lanjut usia (lansia). Inisiatif tersebut mencerminkan visi terpadu yang berakar pada kebutuhan mendesak untuk mengintensifkan upaya bersama dalam memberdayakan lansia, menegaskan hak mereka untuk mandiri dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat, serta melindungi mereka dari segala bentuk diskriminasi, pelecehan, eksploitasi, dan pengabaian.
Dokumen tersebut ditandatangani Konselor Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal MHM; Uskup Agung Vincenzo Paglia, Presiden Akademi Kepausan untuk Kehidupan; dan Dr. Myechia Minter-Jordan, Presiden dan CEO AARP. Piagam ini menyerukan mekanisme yang memungkinkan para lansia membuat pilihan yang tepat bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka, serta memiliki akses ke layanan kesehatan berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan menghormati preferensi pribadi mereka.
Konselor Mohamed Abdelsalam menyatakan bahwa piagam ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan rasa hormat bagi para lansia, dengan mengakui mereka sebagai penjaga ingatan masyarakat manusia dan penjaga identitas budaya serta pengalaman yang terkumpul. Ia menekankan bahwa mewariskan kebijaksanaan dan pengetahuan lintas generasi memperkuat ketahanan masyarakat di masa krisis dan meletakkan dasar bagi masa depan yang seimbang. Ia juga menegaskan bahwa MHM —yang berkantor pusat di Abu Dhabi—akan bekerja untuk secara aktif mendukung dan memajukan nilai-nilai serta prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam dokumen penting ini.
Sebagai inisiatif pertama dalam bidang perawatan lansia, piagam ini menyoroti peran penting keluarga dalam mendukung lansia dan menegaskan tanggung jawab moral dan sosial bersama dari lembaga, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran jangka panjang bagi semua kelompok usia. Piagam ini menyerukan kepada para pemimpin global, organisasi internasional, dan lembaga masyarakat sipil untuk terlibat dan mendukung para pembuat kebijakan nasional dalam mengadopsi kebijakan dan praktik yang lebih efektif yang meningkatkan kesejahteraan populasi lansia dan berkontribusi pada martabat dan kesejahteraan semua orang, terutama lansia.
Para penandatangan sepakat untuk bekerja sama menerjemahkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip piagam ini ke dalam tindakan nyata dengan mengadvokasi dunia tempat para lansia dapat hidup bermartabat dan memiliki tujuan. Mereka berkomitmen untuk memperkuat upaya yang mempromosikan penelitian ilmiah, kebijakan publik, dan intervensi yang memungkinkan para lansia untuk hidup lebih lama dan lebih sehat; melawan diskriminasi berdasarkan usia dalam segala bentuknya; dan mendorong penerapan undang-undang internasional yang mengikat untuk melindungi hak dan martabat para lansia. Para penandatangan juga mengusulkan pembentukan badan atau lembaga internasional khusus untuk memperjuangkan tujuan yang diuraikan dalam piagam dan untuk meletakkan dasar bagi kerangka kerja global yang mengantar era baru di mana para lansia di mana pun dapat hidup bermartabat dalam masyarakat yang berkembang.
Sekretaris Jenderal MHM juga mengambil bagian dalam simposium global tingkat tinggi di Vatikan yang berjudul “Memori: Mengatasi Peluang dan Tantangan Populasi Global yang Menua,” yang diadakan dari 9 - 10 Mei 2025. Acara tersebut mengeksplorasi hubungan antara memori dan martabat manusia dan membahas peluang dan tantangan yang ditimbulkan oleh penuaan populasi global. Simposium tersebut mempertemukan pejabat internasional terkemuka, pemimpin global, dan tokoh agama senior dari seluruh dunia