Ketua MHM Terima Presiden Bosnia dan Herzegovina, Bahas Isu dan Tantangan Dunia Islam
Ketua MHM Imam Akbar Ahmed Al Tayeb menerima kunjungan Presiden Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović di Al Azhar
Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima Presiden Bosnia dan Herzegovina Denis Bećirović, untuk membahas isu-isu dan tantangan krusial dunia Islam, Selasa (30/4/2024).
Imam Akbar menyambut hangat kedatangan Presiden Bosnia di Al-Azhar. Grand Syekh menjelaskan bahwa persatuan umat Islam adalah satu-satunya cara untuk memimpin negara keluar dari krisis yang sedang berlangsung. Dr Ahmed Al-Tayeb juga menyatakan kesiapan MHM untuk membuka kantor regional di Sarajevo untuk melayani komunitas Muslim di Bosnia dan Herzegovina dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada umat Islam di Eropa pada umumnya.
Presiden Bosnia dan Herzegovina mengungkapkan kegembiraannya saat bertemu Grand Syekh Al Azhar. Presiden Denis Bećirović menyatakan, "Kami bangga dengan hubungan historis yang menghubungkan bangsa kami dengan Al-Azhar, yang merupakan lembaga Islam yang besar."
Ia juga mencatat bahwa lebih dari 300 cendekiawan terkemuka dari Bosnia dan Herzegovina telah lulus dari Universitas Al-Azhar. Mereka menjadi cendekiawan terkemuka dan meninggalkan dampak besar pada sejarah negara Eropa Timur tersebut. Dia menegaskan bahwa lulusan Al-Azhar sangat dihormati dan memegang posisi bergengsi di berbagai peran kepemimpinan, akademik, dan ilmiah di Bosnia dan Herzegovina.
Presiden Bećirović juga menekankan pentingnya Dokumen Persaudaraan Manusia, yang ditandatangani bersama Imam Akbar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus. Dia menganggap itu sebagai dokumen etika paling penting yang ditandatangani di zaman modern. Ia juga menekankan perlunya mematuhi prinsip-prinsip dan menggeneralisasi ketentuan-ketentuannya, terutama ketika terjadi krisis kemanusiaan, ekonomi, dan sosial di berbagai wilayah di dunia.
Presiden Bećirović juga menyambut baik pendirian pusat pengajaran bahasa Arab di ibu kota negaranya, Sarajevo. Secara pribadi, dia akan menindaklanjuti masalah tersebut setelah kembali ke negaranya. Ia mencatat kebanggaan negaranya terhadap identitas Islam, percaya pada keberagaman dan inklusivitas, dan menyediakan lingkungan yang cocok untuk mengakomodasi semua orang dan menikmati hak penuh mereka.
Presiden Bosnia juga menyampaikan undangan resmi kepada Imam Akbar untuk mengunjungi Bosnia dan Herzegovina. “Sebagai Ketua Kepresidenan Bosnia dan Herzegovina, saya mengundang Yang Mulia untuk mengunjungi negara kami. Kami bersama rakyat kami akan senang dengan kunjungan bersejarah ini," tegasnya.
Imam Akbar Ahmed Al Tayeb menyambut baik undangan tersebut. Grand Syekh Al Azhar menegaskan rencananya untuk berkunjung ke Bosnia dan Herzegovina, sesegera mungkin.