Khutbah Jumat FPPP: Menciptakan Perdamaian Tugas Seorang Muslim
Peserta Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) edisi kedua yang beragama Islam menggelar Salat Jumat di Chatêau Bossey, Jenewa, Jumat (7/7/2023)
Peserta Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) edisi kedua yang beragama Islam menggelar Salat Jumat di kamp tempat mereka berkegiatan yang ada di Chatêau Bossey, Jenewa, Jumat (7/7/2023). Khutbah Jumat disampaikan oleh Ahmed Abou Tayel, anggota Komite Eksekutif FPPP dan alumnus FPPP edisi pertama.
FPPP edisi kedua diselenggarakan di Jenewa, Swiss. Even ini diselenggarakan atas kerja sama antara Majelis Hukama Muslimin (MHM), Custle Foundation, dan Dewan Gereja-Gereja Dunia (World Council of Churches).
Selaku khatib, Ahmed Abou Tayel menyampaikan khutbah dengan tema “Islam dan Perdamaian”. Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan konsep perdamaian menurut Islam, bagaimana cara untuk mewujudkan dan menciptakan kedamaian, baik pada tingkat individu, keluarga, masyarakat, maupun pada tingkat dunia internasional. Khatib juga menjelaskan falsafah damai dalam pandangan Islam dan hal-hal yang mendorong seorang muslim untuk terus berupaya menciptakan dan mewujudkan kedamaian dan sikap saling mengenal dan bekerja sama antarumat manusia.
Lebih jauh, khatib menerangkan bahwa kondisi damai tidak selalu berarti tidak adanya perang. Damai juga berarti kondisi harmoni, seimbang, padu, selaras, dan rukun, baik pada level keluarga, masyarakat, maupun pada level dunia internasional. Menciptakan kondisi damai seperti ini, lanjut khatib, merupakan tugas seorang muslim, mengingat bahwa di antara tujuan diturunkannya syariat Islam adalah untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang damai.
Selain menganjurkan umatnya menegakkan keadilan dalam rangka mewujudkan dan menciptakan kehidupan yang damai, Islam juga menyuruh mereka bersikap pemaaf dan berbuat ihsan. Allah Swt. menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang melakukan itu. Khatib juga mengajak anak-anak muda peserta edisi kedua Forum Pemuda Pelopor Perdamaian yang diprakarsai oleh Majelis Hukama Muslimin di Swiss, Jenewa, untuk terus menghiasi diri dengan moral dan etika yang baik antara lain dengan menebarkan kedamaian di mana dan kapan pun. Para pemuda itu diharapkan menjadi duta-duta kedamaian dan perdamaian sesuai ajaran Al-Qur’an dan Hadis Nabi saw.
Pada bagian akhir khutbahnya, khatib membacakan doa agar Allah Swt. Yang Maha Damai menurunkan kedamaian bagi seluruh umat manusia dan memberikan kekuatan kepada umat manusia mengatasi berbagai krisis dan cobaan global yang terjadi, termasuk krisis keamanan, konflik, dan perang.
Peserta FPPP yang bukan beragama Islam ikut pula mendengarkan khutbah Jumat sebagai bentuk menghormati dan menghargai perbedaan agama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan koeksistensi. []