MHM Akhiri Partisipasi Ketiga di Pameran Buku Internasional New Delhi dengan Sukses
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) berhasil mengakhiri partisipasinya yang ketiga berturut-turut di Pameran Buku Dunia New Delhi. Acara ini berlangsung sembilan hari, 1 - 9 Februari 2025 di Pusat Pameran dan Konvensi Bharat Mandapam di Pragati Maidan. Sebagai salah satu acara budaya terbesar dan paling bergengsi di kawasan New Delhi, pameran tersebut menarik minat penerbit, penulis, intelektual, dan penggemar budaya yang tak terhitung jumlahnya dari seluruh dunia, yang mendorong pertukaran budaya dan dialog intelektual.
Melalui siaran pers, Selasa (11/2/2025), MHM menjelaskan bahwa selama pameran, stan MHM menarik minat yang signifikan dari para peneliti, mahasiswa, pejabat pemerintah, dan menteri. Hal itu mencerminkan keterlibatan mereka yang kuat dengan berbagai publikasi MHM. Pengunjung sangat mengapresiasi beragam karya yang diterbitkan Penerbit Al Hokama, yang mencakup topik-topik penting seperti perdamaian, koeksistensi, dan dialog budaya, bersama dengan berbagai karya ilmiah dan sastra.
Paviliun MHM menampilkan lebih dari 250 publikasi yang mencakup beragam topik, termasuk pluralisme agama, studi perdamaian, hubungan antaragama, dan pemikiran Islam. Di antara yang menjadi sorotan adalah karya-karya Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, serta "Imam Besar dan Paus: Perjalanan yang Penuh Perjuangan – Kesaksian atas Lahirnya Dokumen Persaudaraan Manusia" yang ditulis Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. Koleksi tersebut juga mencakup karya-karya yang membahas tantangan global kontemporer, yang semuanya ditujukan untuk mendorong dialog antaragama dan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan.
Selain itu, MHM menyelenggarakan serangkaian seminar intelektual yang memicu diskusi mendalam tentang kohesi sosial, tanggung jawab lingkungan, dan peran agama dalam mengatasi tantangan global. Partisipasi MHM dalam Pameran Buku Dunia New Delhi 2025 menggarisbawahi komitmennya untuk mendorong pertukaran intelektual dan budaya, mendorong dialog, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan hidup berdampingan. Melalui berbagai publikasinya, karya terjemahan, dan seminar yang menggugah pikiran, MHM terus membangun jembatan antarbudaya dan menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai kemanusiaan bersama di panggung global.