MHM Berpartisipasi dalam Forum Lintas Agama G20 di Addis Ababa
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam Forum Lintas Agama G20, yang diadakan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, 13–14 Mei 2025. Acara tersebut bertepatan dengan peringatan Pekan Kerukunan Lintas Agama Sedunia.
MHM mengambil bagian dalam Sesi Pleno Pembukaan Forum, Selasa (13/5/2025) yang berjudul “Uni Afrika di KTT G20: Peran Komunitas Agama Afrika untuk Memajukan Tujuan G20 di Afrika.” Selama sesi tersebut, Direktur Perencanaan Strategis MHM, Mohamed Bahr, menegaskan keyakinan Majelis Hukama Muslimin terhadap peran penting dan transformatif komunitas agama di Afrika dalam memajukan prioritas global dan kontinental. Ia menyoroti dampak lembaga keagamaan tepercaya dalam mengatasi kemiskinan, ketidaksetaraan, dan konflik, serta peran penting para pemimpin agama Afrika di bidang-bidang seperti ketahanan pangan, aksi iklim, dan migrasi.
Mohamed Bahr juga mencatat upaya MHM untuk memajukan perdamaian di Afrika dan menjunjung tinggi nilai-nilai dialog, koeksistensi, dan perdamaian melalui beberapa inisiatif utama. Ini termasuk Konvoi Perdamaian, Forum Pembawa Perdamaian Baru, dan implementasi praktis prinsip-prinsip Dokumen Persaudaraan Manusia yang bersejarah. Ia menekankan bahwa nilai-nilai inti yang dijunjung tinggi oleh lembaga-lembaga keagamaan—keadilan, kasih sayang, kepedulian, dan solidaritas—selaras langsung dengan prioritas G20, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Agenda 2063 Uni Afrika.
Dalam sesi pleno ketiga Forum, yang berjudul “Pembangunan Berkelanjutan di Dunia yang Bergolak: Kontribusi Afrika, Kebutuhan Afrika,” intervensi MHM difokuskan pada kontribusi Afrika terhadap pembangunan berkelanjutan. MHM juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pembiayaan berkelanjutan, keringanan utang, dan kebijakan inklusif yang memberdayakan perempuan dan pemuda. MHM meminta para pemimpin agama untuk menemukan solusi yang adil dan tanggapan kolaboratif terhadap tantangan kemanusiaan yang mendesak. Hal ini juga menyoroti inisiatif MHM yang bertujuan untuk meningkatkan peran pemimpin agama dalam mengatasi tantangan global dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Di antara inisiatif ini adalah peluncuran Paviliun Iman pertama di COP28, yang menyatukan suara para pemimpin agama dalam mengatasi krisis iklim. MHM juga mengumumkan inisiatif barunya, "Agama untuk Perdamaian dan Pembangunan," yang menegaskan kembali komitmennya terhadap kolaborasi antaragama sebagai sarana untuk mendorong ketahanan dan kemakmuran global.
Forum Antaragama G20 di Addis Ababa diadakan untuk merayakan keanggotaan Uni Afrika di G20. Forum ini berfokus pada kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Agenda 2063 Uni Afrika, dan Kepresidenan G20 Afrika Selatan pada tahun 2025, melalui kontribusi komunitas agama Afrika. Acara ini mempertemukan para pemimpin agama, pembuat kebijakan, dan perwakilan masyarakat sipil untuk memajukan dialog dan mengembangkan solusi yang dapat ditindaklanjuti untuk perdamaian, keberlanjutan, dan keadilan sosial