MHM Berpartisipasi dalam the Future World Chan Forum di Tiongkok
the Future World Chan Forum
Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam the Future World Chan Forum, yang diselenggarakan oleh Europe-Asia Center, Kuil Shaolin, dan World Meditation Foundation (WMF), bekerja sama dengan Global Center for Sustainable Development Goals and Leadership Skills Development di bawah United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), Singapura. Forum tersebut diadakan di Kuil Shaolin di Provinsi Henan, Tiongkok, dari 19 - 22 Januari, dengan kehadiran para pemimpin elit, pengambil keputusan, dan pemikir dari seluruh dunia.
Melalui siaran pers, Kamis (23/1/2025), MHM menekankan peran penting kontemplasi dan refleksi dalam meningkatkan perdamaian global dan kesejahteraan manusia, keseimbangan internal, dan memperdalam kesadaran diri. Upaya ini berkontribusi untuk membangun jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan agama.
MHM menekankan bahwa Islam menempatkan pemikiran mendalam sebagai inti ajarannya sebagai sarana untuk mencapai kedamaian batin dan pemahaman mendalam tentang hubungan antara Sang Pencipta, manusia, dan lingkungannya. MHM juga menyoroti bahwa nilai-nilai kemanusiaan kita bersama mengingatkan kita bahwa, terlepas dari keragaman dalam ekspresi tradisi spiritual kita, semuanya bertemu menuju satu tujuan: memperjuangkan dunia yang lebih damai dan adil.
Lebih lanjut, MHM menambahkan bahwa Dokumen Persaudaraan Manusia, yang ditandatangani Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, di Abu Dhabi pada 2019, merupakan contoh nyata dari kekuatan kerja sama antaragama dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan saling menghormati.
MHM terus mendukung semua inisiatif yang mengutamakan dialog dan pemahaman untuk mengatasi masalah global seperti konflik, ketidaksetaraan, dan kerusakan lingkungan. MHM menyerukan pentingnya mengambil kebijaksanaan dari tradisi spiritual untuk meningkatkan kerja sama antarmasyarakat dan bekerja untuk membangun masa depan yang berkelanjutan yang ditandai dengan perdamaian dan harmoni bagi generasi mendatang.
Dalam konteks yang sama, MHM berpartisipasi dalam diskusi panel berjudul "Jalan Menuju Pengembangan Tata Kelola Lingkungan, Sosial, dan Kelembagaan dari Perspektif Tata Kelola Global." Sesi tersebut membahas cara-cara untuk meningkatkan pengembangan tata kelola lingkungan, sosial, dan kelembagaan dari perspektif tata kelola sosial global.
MHM menekankan peran penting yang dimainkan oleh kebijaksanaan dalam membangun dunia yang lebih adil dan damai, menyoroti komitmen mendalamnya untuk meningkatkan dialog dan kerja sama di antara para pemimpin agama dan menyatukan suara etis mereka dalam mengatasi tantangan global. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif dan kegiatan utama, termasuk mengadakan tujuh putaran dialog Timur-Barat, mengirim lebih dari 15 konvoi perdamaian ke seluruh dunia, dan mengumpulkan para pemimpin agama di Abu Dhabi pada 2023 untuk menandatangani "Panggilan Hati Nurani: Pernyataan Lintas Agama Abu Dhabi tentang Perubahan Iklim." Pernyataan ini merupakan seruan kolektif untuk bertindak atas perubahan iklim menjelang konferensi COP28. Selain itu, Dewan menyelenggarakan Paviliun Iman di COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, dan COP29 di Baku, Azerbaijan, yang menunjukkan peran penting nilai-nilai spiritual dalam mengatasi krisis global, khususnya perubahan iklim.
MHM juga berpartisipasi dalam peluncuran inisiatif "Benih Persaudaraan", yang diperkenalkan selama forum tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai persahabatan, pengertian, dan rasa hormat di antara orang-orang dan komunitas dari berbagai latar belakang budaya. Inisiatif ini berupaya untuk mendobrak hambatan antara Timur dan Barat untuk mengatasi tantangan global secara kolaboratif dan membuat kemajuan nyata dalam berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif ini mencakup serangkaian kegiatan, yang paling menonjol adalah penyelenggaraan acara "East Meets West" yang menampilkan 108 topik budaya yang memadukan seni, filsafat, dan sejarah, penyelenggaraan dialog global tentang peradaban persaudaraan dengan para pemimpin internasional untuk merancang solusi bagi tantangan bersama, pembangunan sistem pendidikan yang beragam bekerja sama dengan United Nations Institute for Training and Research untuk menawarkan program yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan komunikasi antarbudaya, dan pembentukan jaringan kerja sama global di antara pemerintah, organisasi, dan lembaga untuk mendukung proyek budaya, lingkungan, dan pendidikan.
Perlu disebutkan bahwa Future World Chan Forum mempertemukan para ahli dan meditator dari berbagai budaya, agama, dan bidang untuk mengeksplorasi cara meningkatkan meditasi demi kesejahteraan individu dan pengembangan komunitas global yang harmonis dalam kerangka global, meletakkan dasar untuk pembentukan "Global Meditation Council" guna mempromosikan kerja sama dan integrasi global di bidang ini.