MHM Gelar Seminar “Pesan Agama untuk Koeksistensi dan Kedamaian” di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi
.
Sebagai bagian dari program budaya dan intelektual di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi edisi ke-34, Rabu (30/4/2025), Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar bertajuk “Pesan Agama untuk Koeksistensi (Hidup Berdampingan) dan Perdamaian.” Seminar tersebut menampilkan sejumlah narasumbet Dr. Maria Mohammed Al Hatali (Sekretaris Jenderal Dewan Fatwa UEA); Dr. Mahmoud Najah (Imam dan pengkhotbah Masjid Imam Al-Tayeb di Rumah Keluarga Abraham di Abu Dhabi); Pendeta Bishoy Fakhri (Pendeta Gereja Ortodoks Koptik St. Anthony di Abu Dhabi); dan Tn. S.P. Singh (Kepala Pendeta Sikh dan Direktur Jenderal Kuil Sikh di UEA).
Membuka seminar tersebut, Dr. Maria Al Hatali menyampaikan apresiasinya atas upaya MHM untuk memperkuat suara agama dalam menghadapi tantangan global dan melawan ujaran kebencian dan kekerasan. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai bersama—seperti kepercayaan pada martabat manusia, kebebasan berkeyakinan, kewarganegaraan, dan keadilan—dengan mencatat bahwa nilai-nilai ini umum dalam Islam dan tradisi ketuhanan lainnya.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa kelompok ekstremis telah mendistorsi teks-teks agama untuk memanipulasi dan merekrut kaum muda. Dia juga menunjukkan bahwa 80% perekrutan dan radikalisasi terjadi melalui platform media sosial. Dr. Al Hatali menekankan kebutuhan mendesak untuk memperbarui wacana keagamaan sehingga seimbang, relevan, dan mampu melibatkan kaum muda melalui platform digital yang mereka gunakan.
Dr. Mahmoud Najah menyampaikan terima kasih kepada Uni Emirat Arab atas upaya perintisnya dalam mempromosikan persaudaraan manusia dan menumbuhkan budaya hidup berdampingan dan saling menghormati. Ia memuji misi MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb, atas komitmennya untuk membangun perdamaian dan mempromosikan dialog, toleransi, dan hidup berdampingan antarmanusia.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai inti yang dianut semua agama samawi berakar pada keyakinan akan keesaan Tuhan, dengan menunjukkan bahwa Taurat, Injil, dan Al-Quran semuanya menyatu pada prinsip utama ini. Ia menambahkan bahwa semua hukum Ilahi secara konsisten menekankan martabat manusia, kesetaraan di antara manusia, dan gagasan tentang saling pengertian sebagai dasar hubungan yang damai, bukan konflik.
Pendeta Bishoy Fakhri menggarisbawahi bahwa perdamaian adalah hakikat keimanan, bukan pilihan kedua. Ia menyatakan: “Kita hidup di dunia yang diliputi oleh kebisingan perpecahan, namun sebagai pengikut agama ilahi, kita membawa cahaya kedamaian dan cinta.” Ia menyatakan keprihatinannya bahwa agama terkadang disalahgunakan sebagai alat untuk melakukan kekerasan dan kebencian, dan ia menyerukan penyebaran pesan-pesan keagamaan melalui platform digital modern untuk menjangkau generasi muda dalam bahasa yang mereka pahami.
S.P. Singh, Kepala Pendeta Sikh dan Direktur Jenderal Kuil Sikh di UEA, juga memuji MHM atas pesannya tentang persaudaraan manusia, dialog antaragama, dan perdamaian global. Ia menegaskan bahwa ajaran agama menekankan persatuan umat manusia, terlepas dari perbedaan budaya dan bahasa.
Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2025 menghadirkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk sejumlah terbitan terbaru dari Penerbit Al-Hokama pada 2025. Publikasi-publikasi ini membahas isu-isu intelektual dan budaya yang paling menonjol, yang berasal dari misi MHM yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan menanamkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi manusia. Paviliun MHM terletak di Stan 10C35, Aula 10.