MHM Hadiri Upacara Pelantikan Paus Leo XIV sebagai Pemimpin Gereja Katolik
Pelantikan Paus Leo XIV
Majelis Hukama Muslimin (MHM) ikut menghadiri upacara pelantikan Paus Leo XIV sebagai Pemimpin Gereja Katolik. Pelantikan berlangsung pada Minggu (18/5/2025) di Lapangan Santo Petrus di Kota Vatikan.
Atas nama Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Ahmed Al-Tayeb, Konselor Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal MHM, menghadiri pelantikan tersebut. Sekjen Abdelsalam menyampaikan ucapan selamat yang tulus dari MHM kepada Paus Leo XIV pada kesempatan pelantikannya secara resmi sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik.
Konselor Abdelsalam mencatat bahwa pesan yang disampaikan Paus Leo XIV sejak terpilih pada 8 Mei 2025 mencerminkan komitmennya yang kuat untuk mempromosikan dialog antaragama dan melanjutkan jalan persaudaraan dan hidup berdampingan. Hal ini jelas terlihat dalam audiensi pertama Paus dengan Sekretaris Jenderal MHM pada Senin pekan lalu—menandai delegasi Islam pertama yang diterima Paus setelah terpilih—serta dalam panggilan telepon yang dilakukan antara Paus Leo XIV dengan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Profesor Dr. Ahmed Al-Tayeb.
Melalui komunikasi telepon, dua pemimpin agama terkemuka di dunia menegaskan tekad bersama mereka untuk bekerja sama dalam memajukan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan hidup berdampingan; membela hak-hak kaum miskin, kaum rentan, dan kaum tertindas; dan berjuang untuk mengakhiri banyak konflik dan krisis yang dihadapi dunia kita saat ini—terutama di Gaza, Ukraina, Sudan, dan di tempat lain.
Upacara yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus di Vatikan ini menandai pelantikan resmi Paus Leo XIV sebagai penerus mendiang Paus Fransiskus, yang telah meninggalkan warisan kemanusiaan yang mendalam, yang dimahkotai dengan penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia yang bersejarah di Abu Dhabi pada 2019. Secara luas, dokumen itu dianggap sebagai salah satu deklarasi terpenting dalam sejarah modern. Dokumen tersebut menyerukan promosi dialog, toleransi, koeksistensi, dan persaudaraan manusia di antara semua orang, terlepas dari perbedaan dan keragaman mereka.