MHM: Hari Persaudaraan Manusia Internasional Rayakan Nilai Kemanusiaan, Junjung Prinsip Keadilan dan Hidup Berdampingan
.
Majelis Hukama Muslimin, yang diketuai Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menekankan bahwa Hari Persaudaraan Manusia Internasional adalah perayaan nilai-nilai kemanusiaan bersama, yang menegaskan kembali bahwa semua orang adalah bagian dari satu keluarga global yang disatukan oleh prinsip-prinsip umum. MHM menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya kolektif untuk mempromosikan dialog, toleransi, hidup berdampingan, perdamaian, dan persaudaraan manusia di antara orang-orang dengan latar belakang dan budaya yang beragam.
Melalui siaran pers, Selasa (4/2/2025), MHM mencatat bahwa 4 Februari 2025 memperingati ulang tahun keenam penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia, dokumen paling penting dalam sejarah modern. Dokumen bersejarah ini ditandatangani di Abu Dhabi oleh Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, di bawah perlindungan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab. Dokumen tersebut merupakan salah satu tindakan solidaritas manusia yang paling penting di zaman kontemporer.
MHM lebih lanjut menyoroti bahwa, selama beberapa tahun terakhir, Dokumen Persaudaraan Manusia telah memicu gerakan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gerakan ini bertujuan untuk menyebarkan dan memperkuat nilai-nilai cinta, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai.
Menyadari pentingnya peristiwa bersejarah ini, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan suara bulat menetapkan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Hal itu ditetapkan pada 22 Desember 2020. Pengakuan global ini mencerminkan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mendalam yang diuraikan dalam dokumen tersebut.
Banyak negara, universitas, dan lembaga akademis di seluruh dunia telah memasukkan substansi Dokumen ini ke dalam program pendidikan mereka. Beberapa negara bahkan mengadopsinya sebagai piagam nasional.
Menandai Hari Persaudaraan Manusia Internasional, MHM menggarisbawahi pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan manusia dan hidup berdampingan secara damai. Ditekankan bahwa semua orang—tanpa memandang ras, suku, atau agama—adalah keturunan Nabi Adam (saw) dan berbagi takdir yang sama. Nasib bersama ini menyerukan upaya kolektif untuk menumbuhkan kebaikan, kasih sayang, hidup berdampingan, dan perdamaian.
MHM terus memainkan peran penting dalam mempromosikan dan memperkuat prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia yang diabadikan dalam Dokumen Persaudaraan Manusia, berusaha menerjemahkannya menjadi kenyataan yang nyata. Melalui berbagai inisiatif dan program yang inovatif, tujuan program ini adalah menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda, membina pemuda yang sadar dan bertanggung jawab, serta siap memperjuangkan pesan perdamaian, hidup berdampingan, dan persaudaraan manusia.