MHM: Melindungi Lingkungan Hidup adalah Kewajiban Agama dan Moral
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2023
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Majelis Hukama Muslimin (MHM) menegaskan bahwa memelihara, melindungi, dan melestarikan lingkungan hidup merupakan kewajiban agama dan moral untuk mengukuhkan perdamaian, pembangunan, dan stabilitas global.
Sebagai bagian dari upaya global dalam menjaga lingkungan hidup dan melestarikan sumber daya alam yang merupakan tumpuan kehidupan makhluk hidup secara umum, MHM dalam keterangan persnya menegaskan bahwa memelihara dan melindungi lingkungan hidup merupakan kewajiban agama dan moral bersama. Memelihara lingkungan hidup dengan baik dapat berdampak mendorong roda pembangunan, perdamaian, dan penguatan stabilitas global.
MHM mengajak masyarakat dunia untuk menyatukan langkah dalam memelihara lingkungan hidup. Langkah tersebut dapat ditempuh melalui penguatan konsep dan pemahaman tentang pelestarian lingkungan hidup dan juga dengan mengingatkan bahaya yang mengancam planet Bumi akibat perusakan lingkungan hidup.
“Kita semua, individu dan kelembagaan, sama-sama memiliki tugas dan tanggung jawab melindungi dan melestarikan lingkungan hidup dan menekan dampak negatif yang diakibatkan oleh perubahan iklim. MHM memandang bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang dapat mengancam kehidupan di planet Bumi,” demikian pernyataan MHM melalui keterangan persnya, Senin (5/6/2023).
MHM menegaskan komitmenya untuk terus melakukan upaya mewujudkan kesadaran masyarakat dunia terhadap isu lingkungan hidup dan perubahan iklim. Hal itu antara lain dapat dilihat dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Ketua MHM dan Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dengan Pemimpin Gereja Vatikan Sri Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.
Dokumen bersejarah itu antara lain menyatakan: Sesungguhnya kami, orang-orang yang percaya kepada Tuhan, perjumpaan akhir dengan-Nya, dan penghakiman-Nya, serta berdasarkan tanggung jawab keagamaan dan moral kami, melalui dokumen ini, menyerukan kepada diri kami sendiri, para pemimpin dunia, serta para pembuat kebijakan internasional dan ekonomi dunia untuk bekerja keras demi menyebarkan budaya toleransi, hidup bersama dalam damai; serta mengulurkan tangan untuk segera menghentikan pertumpahan darah dan mengakhiri peperangan, konflik, kerusakan lingkungan dan kemerosotan moral dan budaya yang dialami dunia saat ini.
Upaya lainnya, di sela-sela penyelenggaraan Forum Dialog Bahrain yang berlangsung di Manama, 3–4 November 2022, MHM juga melakukan pertemuan luar biasa dengan dengan petinggi Gereja Katolik guna membicarakan berbagai isu dan tantangan global terutama isu perubahan iklim.
Pada akhir Mei yang lalu, di Vatikan, Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam dan perutusan khusus Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk COP28 Duta Besar Majid Al-Suwaidi juga mendiskusikan isu lingkungan hidup bersama Paus Fransiskus. Ketiga pihak itu kembali menyerukan masyarakat dunia untuk menyatukan langkah mewujudkan cita-cita bersama memelihara laingkungan hidup dan planet Bumi.
Sekjen MHM, Paus Fransiskus, dan Mr Majid bahkan menginisiasi pelibatan tokoh dan pemuka agama dunia dalam sesi khusus di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP28 pada 30 November–12 Desember 2023 di Abu Dhabi di mana PEA menjadi tuan rumah. Sesi khusus pemuka agama itu dimaksudkan untuk memberikan ruang kepada tokoh dan pemuka agama untuk mengemukakan sudut pandang agama dalam mengatasi persoalan perubahan iklim. []