Pemimpin Agama dan Tokoh Lahore Puji Upaya MHM Perkuat Suara Agama Atasi Tantangan Iklim
.
Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Lahore menyelenggarakan seminar budaya ketiga, berjudul “Peran Pemimpin Agama dalam Melindungi Lingkungan dan Meningkatkan Kesadaran tentang Perubahan Iklim”, Sabtu (8/2/2025). Hadir sebagai narasumber, Qamar Iqbal, Kepala Lokalisasi dan Dukungan Program di Pak Mission Society (PMS), dan Pendeta Adnan, Kepala Pelayanan Gereja Salib dan Mahkota. Selaku moderator, Dr. Shan Masih, Direktur Nasional Yayasan Perdamaian Iklim.
Seminar tersebut mempertemukan sekelompok pemimpin agama dan cendekiawan terkemuka untuk membahas tanggung jawab agama terhadap isu lingkungan dan iklim. Peserta menekankan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang melampaui agama, sekte, atau wilayah, yang menyerukan tindakan kolektif di antara para pemimpin agama, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan bekerja menuju solusi berkelanjutan.
Dr. Shan Masih membuka seminar tersebut dengan menyoroti peran penting para pemimpin agama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu iklim. Ia mencatat bahwa berbagai agama memiliki prinsip-prinsip yang mendukung pelestarian dan keberlanjutan lingkungan, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antaragama untuk mengatasi tantangan lingkungan yang mendesak saat ini. Ia juga menekankan perlunya kemitraan yang lebih kuat antara lembaga-lembaga keagamaan, ilmiah, dan lingkungan untuk memastikan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Qamar Iqbal, Kepala Lokalisasi dan Dukungan Program di Pak Mission Society (PMS), menyatakan: “Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menghadapi perubahan iklim, tetapi para pemimpin agama memainkan peran utama dalam membimbing masyarakat mereka untuk mengadopsi praktik-praktik yang lebih berkelanjutan. Melibatkan kaum muda, serta lembaga-lembaga pendidikan dan agama, dalam tujuan ini telah menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua orang.” Ia berterima kasih kepada MHM atas komitmennya terhadap isu-isu lingkungan dan iklim serta keyakinannya yang mendalam pada peran penting yang dapat dimainkan oleh agama dalam melestarikan lingkungan.
Pendeta Adnan, Kepala Pelayanan Gereja Salib dan Mahkota, menegaskan: “Alam semesta adalah ciptaan yang dipercayakan kepada kita, dan merupakan tugas kita untuk melindunginya.” Ia menyerukan kepada komunitas agama di semua agama untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, baik di gereja, masjid, maupun kuil. Ia juga memuji upaya MHM dalam memperkuat suara agama dalam isu lingkungan dan kepemimpinan globalnya di bidang ini, yang mencerminkan komitmen sejati untuk mengatasi tantangan iklim dari perspektif agama dan etika.
Seminar tersebut menarik minat yang signifikan dari pengunjung Pameran Buku Internasional Lahore, dengan keterlibatan yang intens dari para peserta yang memuji peran proaktif MHM dalam menumbuhkan dialog antaragama tentang isu lingkungan. Banyak peserta menyatakan keinginan mereka untuk melihat lebih banyak inisiatif semacam ini, terutama mengingat meningkatnya tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim bagi masyarakat di seluruh dunia.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan MHM untuk meningkatkan peran agama dalam mengatasi isu lingkungan dan iklim. MHM telah meluncurkan beberapa inisiatif global untuk menyoroti tanggung jawab agama terhadap lingkungan, termasuk penyelenggaraan Paviliun Iman di COP28 dan COP29, KTT Global Pemimpin Agama untuk Iklim di Abu Dhabi pada tahun 2023, dan penerbitan “Call of Conscience: Pernyataan Lintas Agama Abu Dhabi untuk Iklim.” MHM juga menjadi tuan rumah bersama KTT Agama untuk Perdamaian di Baku pada tahun 2024, yang berfokus pada peningkatan kolaborasi lintas agama dalam mengatasi tantangan lingkungan dan kemanusiaan.
Paviliun MHM akan terus menyambut pengunjung di Pameran Buku Internasional Lahore hingga 9 Februari di Expo Center Lahore, Aula 1, Stan 1-6. Paviliun ini memamerkan berbagai pilihan buku, publikasi intelektual, dan inisiatif yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan koeksistensi, yang mencerminkan peran perintis MHM dalam menyatukan upaya Islam dan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik di antara umat Muslim dari berbagai latar belakang intelektual dan teologis.