Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Perdamaian Kontemporer Dibahas dalam Seminar MHM di Pameran Buku Internasional Rabat
.
Sebagai bagian dari program budaya di Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar yang menggugah pikiran berjudul “Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Perdamaian Kontemporer”, Rabu (23/4/2025). Seminar dimoderatori Dr. Mohamed Jamal, peneliti di Kantor Verifikasi Manuskrip di Markas Besar Al-Azhar. Hadir sebagai narasumber, Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama.
Dr. Mohamed Jamal menyoroti pentingnya tema kajian dalam seminar ini. Menurutnya, tema itu mengeksplorasi integrasi perangkat dan pengetahuan di berbagai bidang—mulai dari ilmu politik dan sosial hingga psikologi, seni, dan studi lingkungan. Tujuannya adalah menjelaskan landasan teoritis dan praktis dari metodologi interdisipliner dan untuk mengkaji model dunia nyata yang berkontribusi pada pembangunan perdamaian dan promosi koeksistensi manusia di berbagai sektor.
Dr. Jamal lebih lanjut mencatat bahwa seminar tersebut bertujuan untuk mendorong dialog ilmiah yang konstruktif di antara para peneliti dan praktisi guna mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh pendekatan interdisipliner ini. Ia menekankan bahwa krisis dunia yang kompleks dan saling terkait saat ini membutuhkan langkah melampaui metode akademis tradisional untuk mencapai wawasan yang lebih dalam dan analisis yang lebih holistik tentang isu-isu perdamaian kontemporer.
Dr. Samir Boudinar menekankan bahwa studi perdamaian, sejak dimulainya bidang akademis ini, telah dicirikan oleh apa yang disebutnya "asal-usul disiplin ilmu yang pluralistik," yang diambil dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi, psikologi, pendidikan, dan seterusnya. Ia menggarisbawahi bahwa membangun perdamaian di masyarakat mana pun memerlukan penerapan berbagai pendekatan yang memanfaatkan kontribusi dan metodologi dari berbagai disiplin ilmu.
Dr. Boudinar juga menegaskan peran penting tokoh-tokoh bijak dalam upaya pembangunan perdamaian di dunia saat ini, dengan menyatakan bahwa banyak konflik dapat diselesaikan melalui "kebijaksanaan orang bijak." Ia menunjukkan bahwa studi terkini di bidang pembangunan perdamaian menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kerangka budaya tradisional untuk mediasi dan arbitrase, seperti tetua suku, pemimpin spiritual, warga senior, dan orang bijak masyarakat.
Ia menyimpulkan dengan menegaskan bahwa konsep "kebijaksanaan" merupakan nilai moral dan universal yang bersinggungan dengan gagasan "perdamaian sehari-hari"—suatu bentuk perdamaian yang dibentuk oleh berbagai aktor dan intervensi. Ia juga menekankan perlunya memahami konteks dan kekhususan domestik untuk menganalisis konflik secara akurat di negara-negara dan masyarakat yang terkena dampak perang.
Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Rabat memamerkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk sejumlah terbitan terbaru dari Penerbitan Al-Hokama, yang membahas isu-isu intelektual dan budaya kontemporer utama. Paviliun MHM juga menyelenggarakan serangkaian acara budaya dan ilmiah yang menampilkan para cendekiawan, pemikir, penulis, akademisi, dan profesor universitas terkemuka, semuanya sejalan dengan visi dan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian dan menjunjung tinggi nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi manusia. Paviliun MHM terletak di Distrik Souissi, ibu kota Maroko, Rabat, di Stand D47.