Pesan Mantan Wakil Sekjen PBB ke FPPP: Menghargai Perbedaan, Jalan Wujudkan Perdamaian
Mantan Wakil Sekjen PBB, Adama Dieng, beri kuliah peserta Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) di Jenewa, Swiss
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Adama Dieng, memberikan kuliah kepada peserta Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) edisi kedua. Even ini berlangsung pada hari ketiga pertemuan FPPP, Senin (10//7/2023) di Jenewa, Swiss.
Dalam kuliahnya Dieng menyampaikan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai ta’aruf (saling mengenal dan bekerja sama), menerima orang lain yang berbeda, dan percaya pada keberagaman adalah jalan untuk mewujudkan perdamaian yang sebenarnya.
Dieng yang juga merupakan anggota Dewan Penasihat Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang diketuai Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menyampaikan kuliah dengan tema “Organisasi-Organisasi Internasional dan Upaya Membangun Perdamaian”. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan FPPP kali ini bertepatan dengan terjadinya banyak krisis dan konflik di dunia. Ia menganggap bahwa anak-anak muda merupakan kata kunci dalam mengatasi pelbagai krisis itu.
“Anak-anak muda adalah masa depan kita semua. Mereka perlu diberdayakan dan didukung agar menjadi pemimpin dan menjadi penggerak potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Dieng juga mengajak 50 peserta dari 24 negara di dunia ini untuk memanfaatkan keikutsertaan mereka pada FPPP guna membangun hubungan yang baik dengan para pembuat perdamaian di dunia. Ia mengingatkan juga mengenai perlunya menerjemahkan konsep dan gagasan ke dalam karya dan aksi nyata. Dieng berpesan bahwa salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembuat perdamaian rasa cinta kasih dan rendah hati.

Selain itu, Dieng juga mengingatkan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang damai, diperlukan sikap adil dan setara. Menurutnya, perdamaian dan kehidupan yang damai juga sulit diwujudkan tanpa ada upaya mengentaskan masalah kemiskinan dan kelaparan.
“Masalah kemiskinan dan kelaparan inilah yang sering sekali menjadi penyebab utama anak-anak muda melakukan tindakan berbahaya seperti imigrasi ilegal ke negara lain,” sebutnya.
Karenanya, tambah Dieng, membiarkan mereka tenggelam dalam perjalanan imigrasi ilegal itu tanpa memberikan bantuan kemanusiaan adalah sebuah kejahatan.
Di sisi lain, Mantan Wakil Sekjen PBB itu juga mengupas soal persaudaraan manusia. Ia mengingatkan para peserta tentang arti penting Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Sayed dan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019. Kedua tokoh dan pemimpin agama dengan latar belakang yang berbeda itu menawarkan kepada dunia nilai-nilai luhur persduaraan umat manusia.
Edisi kedua pertemuan Forum Pemuda Pelopor Perdamaian berlangsung di Jenewa, Swiss, 6—14 Juli 2023, atas prakarsa Majelis Hukama Muslimin bekerja sama dengan Rose Custle Foundation dan Dewan Gereja-Gereja Dunia. []