Pluralisme Agama dan Etnis di Asia Raya Dibahas dalam Seminar MHM di Pameran Buku Internasional Rabat
.
Sebagai bagian dari program budaya di Pameran Buku Internasional Rabat edisi ke-30, Jumat (25/4/2025), Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar berjudul "Agama dan Bangsa-bangsa di Asia Raya." Seminar ini dimoderatori Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama. Selaku narasumber, Dr. Fouad Farahawi, Profesor di Fakultas Hukum, Ekonomi, dan Ilmu Sosial di Universitas Mohammed I (MIU) di Oujda.
Di awal seminar, Dr. Samir Boudinar mencatat bahwa tema seminar ini diambil dari buku baru yang diterbitkan Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama. Buku itu berjudul "Agama dan Bangsa-bangsa di Asia Raya: Mengelola Pluralisme Agama dan Etnis di Tiongkok dan India."
Buku tersebut ditulis secara kolaboratif oleh tim peneliti di balik proyek Peace and the Religious and Ethnic Map of Asia. Prosesnya dilakukan dalam supervisi Dr. Fouad Farahawi. Buku ini mengkaji kompleksitas keragaman agama dan etnis di Asia, dengan fokus khusus pada Tiongkok dan India, dua negara dengan populasi terbanyak dan beragam budaya di kawasan tersebut. Buku ini juga mengeksplorasi isu identitas, khususnya di India, sebagai negara terpadat kedua di Asia.
Dr. Fouad Farahawi menekankan bahwa buku tersebut menyoroti Asia sebagai kawasan terkaya dan paling beragam di dunia bagi populasi Muslim, menurut data demografi global. Ia menunjukkan bahwa kawasan tersebut memainkan peran penting dalam membentuk keseimbangan kekuatan global di masa depan, khususnya dengan kebangkitan budaya, ekonomi, dan strategis Tiongkok dan India.
Ia lebih lanjut mencatat bahwa perdamaian global terkait erat dengan stabilitas di Asia. Sebab, pola kerja sama dan konflik di kawasan tersebut sering bergema di seluruh belahan dunia lainnya, termasuk Afrika, kawasan Arab, Eropa, dan Amerika. Ia menekankan bahwa realitas dan masa depan umat Islam di Asia tidak dapat dilihat secara terpisah dari evolusi historis bangsa, agama, dan peradaban lain di kawasan tersebut. Mengingat keragaman etnis dan bahasa umat Islam di Asia, wajar saja jika ditemukan titik temu dengan komposisi etnis dari tradisi agama dan filsafat lain di kawasan tersebut.
Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Rabat memamerkan lebih dari 250 publikasi intelektual dan budaya yang beragam, termasuk sejumlah terbitan terbaru di 2025 dari Penerbitan Al-Hokama. Buku-buku ini membahas isu-isu intelektual dan budaya kontemporer yang aktual. Paviliun MHM juga menyelenggarakan serangkaian acara budaya dan ilmiah yang menampilkan para cendekiawan, pemikir, penulis, akademisi, dan profesor universitas terkemuka. Semuanya sejalan dengan visi dan misi MHM untuk mempromosikan perdamaian dan menjunjung tinggi nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi manusia. Paviliun MHM terletak di Distrik Souissi, ibu kota Maroko, Rabat, di Stand D47.