Presiden Kazakhstan Undang Grand Syek Al Azhar dan Ketua MHM Resmikan Kongres Pemimpin Agama Dunia dan Agama Tradisional 2025
.
Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, bertemu Maulen Ashimbayev, Ketua Senat Parlemen Republik Kazakhstan dan Kepala Sekretariat Kongres Pemimpin Agama Dunia dan Agama Tradisional, di kediamannya di Manama, Bahrain, Rabu (19/2/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Konferensi Dialog Intra-Islam, yang diikuti oleh kedua pemimpin.
Ketua Senat Kazakhstan memuji pidato Imam Akbar pada Konferensi Dialog Intra-Islam, dan menggambarkannya sebagai refleksi akurat dari keadaan dunia Islam. Ia mencatat bahwa pidato tersebut secara ringkas membahas tantangan utama yang dihadapi dunia muslim sambil mengusulkan solusi efektif untuk melawan perpecahan dan fragmentasi, yang telah melemahkan negara Islam. Maulen Ashimbayev menekankan pentingnya konferensi tersebut, serta mengakui Imam Akbar Ahmed Al Tayeb sebagai pemimpin agama sejati yang berpengaruh secara global. Ia juga menyampaikan penghargaan yang mendalam atas dukungan Al-Azhar yang berkelanjutan bagi komunitas Muslim di seluruh dunia, khususnya di Kazakhstan.
Ketua Senat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Grand Syekh atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh Al-Azhar dan MHM kepada muslim di Kazakhstan, serta atas kontribusi mereka terhadap Kongres Pemimpin Agama Dunia dan Agama Tradisional, yang diselenggarakan Kazakhstan setiap tahun. Ia menyoroti bahwa Kantor Regional Dewan Tetua Muslim di Astana, ibu kota Kazakhstan, telah terlibat aktif dalam berbagai inisiatif yang mempromosikan koeksistensi, membina persaudaraan manusia, dan memberdayakan pemuda dan wanita di negara tersebut.
Selama pertemuan tersebut, Ketua Senat menyampaikan undangan resmi dari Presiden Kassym-Jomart Tokayev kepada Imam Besar, untuk mengunjungi Kazakhstan dan meresmikan Kongres Pemimpin Agama Dunia dan Agama Tradisional, yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025. Ia menyatakan, "Saya sangat ingin melakukan perjalanan ke Bahrain secara khusus untuk bertemu dengan Yang Mulia dan secara pribadi menyampaikan undangan ini dari Presiden Kazakhstan. Yang Mulia mewakili suara keadilan yang melampaui umat Islam, yang menganjurkan keyakinan moderat yang menjunjung tinggi martabat manusia dan menghargai keberagaman dan koeksistensi."
Sementara itu, Grand Syekh Al-Azhar menyampaikan apresiasinya atas undangan Presiden Kazakhstan dan menegaskan kesediaannya untuk memenuhinya. Ia menegaskan bahwa Al-Azhar dan MHM berkomitmen untuk mendukung kongres penting ini. Sebab, kongres ini berfungsi sebagai platform global yang memperkuat suara agama dan memperkuat perannya dalam mengatasi tantangan kemanusiaan bersama.