Safari Ramadan di Riau, Ini 17 Tema Kajian Ramadan Delegasi MHM
.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) asal Al Azhar-Kairo Syekh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed melanjutkan Safari Ramadan ke Provinsi Riau. Syekh Mohamed akan berada di Riau dari 15 – 23 Maret 2025 untuk mengisi kajian di sejumlah masjid dan pondok pesantren.
Pada hari pertama, dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini menyampaikan tausiyah di Pondok Pesantren Baitul Quran Riau, Sabtu (15/3/25). Kajian ini diikuti pengurus dan santri pondok pesantren Baitul Quran. Hadir mendampingi, penerjemah H. M. Irsan Saputra Lc Mag dan H. Ismail Shaleh Daulay Lc MA, fasilitator dari Kemenag Riau H. Qowiyun Awwal
Syekh Mohamed Mahmoud Salama menyampaikan keberkahan dan kenikmatan saat berada di bulan Suci Ramadan. Kemudahan saat beribadah di bulan suci Ramadan serta banyaknya pahala yang bisa di dapat saat Ramadan. Syekh Mohamed juga banyak mengulas tentang pentingnya persaudaraan manusia.
Safari Ramadan 1446 H adalah kali kedua digelar oleh MHM. Program ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Badan Kesejahteraan Masjid ( BKM ). Tahun ini, Safari Ramadan mengangkat tema “Persaudaraan, Pemberdayaan Disabilitas, dan Merawat Alam”.
Syekh Mohamed akan berada di provinsi Riau lebih kurang 10 hari. Kegiatan di sejumlah masjid dan lembaga pendidikan keagamaan sudah disusun bersama dengan Tim Kanwil Kemenag Provinsi Riau.
Ada 17 tema kajian yang akan disampaikan selama berada di Provinsi Riau, yaitu:
1. Keistimewaan Ramadan
2. Akhlak Rasulullah saat Ramadan
3. Rahmat dalam Islam
4. Perlunya Dialog untuk Persatuan Umat
5. Pesan Persaudaraan di Bulan Ramadan
6. Ramadan Bulan Al-Qur’an
7. Ramadan Bulan Kepedulian,
8. Ramadan dan Pemberdayaan Kaum Dluafa (Disabilitas)
9. Difabel dalam Al-Qur’an
10. Pandangan Islam tentang Hak Kaum Disabilitas
11. Al-Qur’an dan Pelestarian Lingkungan
12. Penyebab Kerusakan Alam menurut Al-Qur’an,
13. Pesan Rasulullah tentang Merawat Bumi
14. Puasa Sosial dan Puasa Merusak Lingkungan
15. Hikmah Nuzulul Qur’an
16. Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an dan Hadits
17. Idulfitri dan Koeksistensi