Sekjen MHM Sebut Piagam Persaudaraan Manusia Perlu Jadi Inspirasi Peraturan Internasional
Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam beri sambutan pada dialog tentang peran pemimpin agama dalam mempromosikan koeksistensi di Maroko
Sekjen Majelis Hukama Muslimin Mohamed Abdelsalam mengemukakan perlunya mengambil inpirasi dari isi Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019 dalam merumuskan berbagai peraturan internasional. Utamanya, peraturan yang terkait hubungan antarperadaban dan mempromosikan nilai-nilai moral dan spiritual dalam menghadapi persoalan utama yang dihadapi umat manusia.
Pesan ini disampaikan Abdel salam sesi dialog tentang peran pemimpin agama dalam mempromosikan koeksistensi. Dialog ini digelar oleh MHM bekerja sama dengan Aliansi Peradaban PBB, di Maroko, Rabu (23/11/2022).
“Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Ketua MHM sekaligus Syekh Al-Azhar Prof. Dr.. Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 2019, merupakan salah satu hasil terpenting dari dialog keagamaan di zaman modern,” ujarnya.

Piagam Persaudaraan Manusia, lanjut Abdelsalam, merupakan dokumen paling menonjol dalam sejarah kontemporer umat manusia. Itu merupakan seruan kepada semua anggota keluarga besar umat manusia untuk terus mempromosikan perdamaian, sikap saling menghormati, dan harmoni sosial berdasarkan penghormatan terhadap semua kelompok dan pelestarian hak-hak mereka.
Sekretaris Jenderal MHM mengajak agar para pemimpin dan pemuka agama lebih memainkan peran pentingnya dalam menangani masalah kehidupan yang tidak damai dan tidak saling menghormati. “Pengalaman manusia dalam menghadapi penyebaran global Covid-19 menunjukkan apa yang bisa dilakukan para pemuka agama di tingkat internasional maupun lokal,” tandasnya. []