Sekjen WCC: Dialog & Menghormati Orang Lain, Jalan Mewujudkan Perdamaian
Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-Gereja Dunia (The World Council of Churches atau WCC) Dr. Jerry Pillay
Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-Gereja Dunia (The World Council of Churches atau WCC) Dr. Jerry Pillay, ikut menjadi pembicara pada Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) edisi kedua di Jenewa, Swiss, Selasa (11/7/2023). Ia menyatakan bahwa para pemuda adalah sumber harapan masyarakat dan bangsa karena memiliki potensi yang besar dan gagasan yang cemerlang.
Sekjen WCC percaya bahwa dialog dan saling menghormati antara orang lain yang berbeda keyakinan dan agama merupakan salah satu cara efektif untuk mewujudkan kehidupan yang damai.
“Saya meyakini bahwa berdialog dengan orang lain yang berbeda agama, termasuk menghormati keyakinan mereka, adalah cara paling efektif untuk mewujudkan kehidupan yang damai,” katanya di hadapan 50 peserta FPPP dari 24 negara di dunia.
Ia juga percaya bahwa dialog akan mampu secara efektif melahirkan solusi bagi banyak persoalan umat manusia dan mengentaskan ujaran kebencian, rasisme, dan fanatisme.

Dalam kuliah umumnya itu, Sekjen WCC juga menyinggung soal persaudaraan manusia dan perlunya seluruh umat manusia di dunia ini merasa sebagai satu keluarga besar. “Persaudaraan manusia dan rasa sebagai satu keluarga besar umat manusia akan mampu menolong kita melawan nilai-nilai kehidupan yang tidak benar, melawan kekerasan, dan sebagainya,” katanya menambahkan.
Dr. Pillay menambahkan bahwa rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai satu keluarga besar yang tinggal di dalam satu rumah besar bersama, yaitu bumi, juga dapat mendorong kita untuk mengerti krisis besar yang sedang kita hadapi bersama yaitu perubahan iklim dengan pelbagai dampak negatifnya.
Selain itu, para peserta juga diingatkan mengenai perbedaan—termasuk perbedaan agama dan keyakinan—bahwa perbedaan adalah sesuatu yang nyata-nyata ada, karena itu ia tidak perlu dipermasalahkan. Yang perlu dilakukan terhadap perbedaan, menurutnya, adalah saling menghormati, juga berpegang teguh dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuhan melalui ajaran agama.
Dalam perjalanannya, budaya dialog dan menghormati perbedaan bisa saja menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang hanya menginginkan kerusakan. Karena itu, diperlukan sikap adil dan setara terhadap sesama manusia untuk dapat melawan pihak-pihak yang menginginkan kerusakan itu.
Edisi kedua Forum Pemuda Pelopor Perdamaian berlangsung dari tanggal 6 sampai 14 Juli 2023 di Jenewa, Swiss. Helatan itu terselenggara atas prakarsa Majelis Hukama Muslimin yang diketuai oleh Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, Custle Foundation, dan Dewan Gereja-Gereja Dunia (World Council of Churches). []