Syeikh Ahmed Al-Nour Mohammed Al-Hilu: Kita Harus Memaksimalkan Ramadan dengan Berbuat Kebaikan
.
Syeikh Ahmed Al-Nour Mohammed Al-Hilu, Anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan Mufti Besar Chad, menekankan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi pengelola alam semesta, membimbing tindakan mereka menuju apa yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan semua makhluk hidup. Ia menekankan pentingnya memelihara jiwa daripada sekadar merawat tubuh dan memperingatkan agar tidak terpengaruh oleh keinginan duniawi.
Berbicara dalam episode program Ramadan "Nilai-Nilai Kemanusiaan dengan Hukama," yang disiarkan di platform MHM selama bulan suci, Senin (10/3/2025), Syeikh Al-Hilu menyoroti bahwa hakikat sejati seseorang terletak pada jiwanya, bukan bentuk fisiknya. Ketika jiwanya murni dan luhur, seseorang menjadi kekuatan untuk kebaikan daripada keburukan. Ia menggemakan kebijaksanaan seorang penyair yang pernah menulis:
"Wahai hamba tubuh, betapa keras engkau bekerja keras demi tubuh! Apakah engkau mencari keuntungan dari sesuatu yang ditakdirkan untuk binasa? Beralihlah kepada jiwamu dan sempurnakanlah kebaikannya. Karena engkau adalah manusia karena jiwamu, bukan tubuhmu."
Syekh Al-Hilu lebih jauh menggarisbawahi pentingnya ketaatan kepada Allah, memenuhi kewajiban, dan terlibat dalam tindakan ibadah sukarela (nawafil), yang membawa berkah tersembunyi bahkan melampaui yang ditemukan dalam kewajiban. Ia mengutip Nabi Muhammad Saw, yang menyampaikan firman Allah dalam sebuah hadits Qudsi:
"Dan hamba-Ku tidak mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada kewajiban agama yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekati-Ku dengan amalan nafil (yang utama) hingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, dan penglihatannya yang dengannya ia melihat, dan tangannya yang dengannya ia memukul, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, Aku pasti akan memberikannya; dan jika ia berlindung kepada-Ku, Aku pasti akan memberinya perlindungan.’”
Sebagai penutup, Syeikh Al-Hilu mengimbau umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbarui spiritual. Ia berdoa agar Allah menerima ibadah mereka, menyucikan jiwa mereka, dan menjadikan amal saleh mereka sebagai sumber pahala di dunia dan akhirat.