Syiar Ramadan di Masjid Gede Kraton, Delegasi MHM Serukan Persaudaraan dan Perbaikan Akhlak
.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) dari Al Azhar, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed, mengawali Safari Syiar Ramadan 1446 H di DI Yogyakarta dengan mengisi kajian di Masjid Gede Kraton Yogyakarta, Minggu (9/3/2025). Ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di Kota Gudeg.
Sebelumnya, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed bersilaturahim ke Kantor Kemenag Kanwil DI Yogyakarta. Tiba di Masjid Gede Kratton, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed disambut Ketua Takmir Azman Latif dan jajaran pengurus. Ikut mendampingi, Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, Nadhif.
Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed bersama para jemaah menunaikan salat Isya dan Tarawih. Dalam kesempatan itu, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed menyampaikan tausiyah menjelang salat Tarawih dengan mengangkat tema tentang keagungan bulan Ramadan sebagai momentum penyatuan hati dan perbaikan akhlak.

Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed mengingatkan bahwa Allah SWT telah menyatukan manusia yang sebelumnya bercerai-berai, sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nisa ayat 1, bahwa seluruh manusia berasal dari satu jiwa, yaitu Nabi Adam AS. Oleh karena itu, tidak ada perbedaan yang mendasar di antara manusia kecuali dalam hal ketakwaan. Rasulullah SAW pun menegaskan dalam sabdanya bahwa tidak ada keistimewaan antara bangsa Arab dan non-Arab (Ajam), kecuali dalam ketakwaan mereka kepada Allah.
Syaikh Mohamed juga menegaskan bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada tali-Nya dan tidak bercerai-berai. Ketika umat terpecah belah, maka musuh akan lebih mudah mengalahkan mereka. Namun, Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan manusia dari keterpurukan dan kehancuran, sebagaimana yang terjadi pada masa jahiliyah. Oleh karena itu, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed mengajak jamaah untuk menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan hidup rukun, meskipun ada perbedaan dalam mazhab maupun agama. Allah menciptakan keberagaman agar manusia saling mengenal (lita'aarafu), bukan untuk saling bermusuhan.
Lebih lanjut, Syaikh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed mengingatkan bahwa siapa pun yang mengganggu hak orang lain tidak akan mencium bau surga, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Nabi SAW. Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki akhlak, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan. Rasulullah SAW sendiri diutus untuk menyempurnakan akhlak. Rasulullah telah memperingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga karena akhlaknya yang buruk. Jangan sampai ibadah puasa menjadi sia-sia hanya karena perilaku yang tidak baik.
Di penghujung ceramah, Syaikh Mohamed mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tausiyah kemudian ditutup dengan doa bersama agar ibadah Ramadan diterima, serta memohon perbaikan akhlak dan keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia.