Tausiyah di Lombok Barat, Delegasi MHM Ajak Hidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan
.
Program Safari Ramadan 1446 H yang diinisiasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) berlanjut di Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Ada dua delegasi MHM asal Al Azhar, Kairo yang mengisi kajian, yaitu: Syeikh Hamdy Fetyan Ahmed Elsheikh Aly dan Syeikh Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla. Mereka berpesan tentang pentingnya menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan.
Safar Ramadan terselenggara atas kerja sama MHM dengan Kementerian Agama dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Tahun ini adalah kali kedua MHM dan para pihak bersinergi dalam Safari dan Syiar Ramadan.
Syeikh Hamdy Fetyan Ahmed Elsheikh Aly dalam tausiah setelah Salat Tarawih, Jumat (21/3/2025), berpesan tentang pentingnya menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan. Hal itu menurutnya telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw.
“Umat islam diimbau tidak bermalas-malasan, tidak berleha-leha, serta tidak meremehkan di 10 malam terakhir Ramadan,” pesannya.
Hal senada disampaikan Syeikh Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla. Lulusan Al Azhar Kairo ini bahkan menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan contoh dalam menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan.
“Rasulullah SAW bahkan sampai hitam kakinya karena melaksanakan salat di 10 malam terakhir Ramadan. Amalan lainnya adalah memperbanyak membaca Al Qur’an,” ajaknya.