Tiba di Pesantren Attaqwa, Delegasi MHM asal Al Azhar Disambut Lagu Kebangsaan Mesir
.
Delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) asal Al Azhar-Kairo, Dr. Sara Atha Amin Mohammed, pada Jumat (7/3/2025), berkunjung ke Pesantren Attaqwa, Bekasi. Kehadiran ulama Perempuan ahli Ushul Fiqh ini disambut dengan lagu kebangsaan Mesir. Bendera Indonesia dan Mesir juga dikibarkan para santri di sepanjang jalan.
Hadir menyambut kedatangan Dr Sara, pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Puteri Ustadzah Hj. Atiqoh Noer Ali, dan Mudir Madrasah Aliyah Ustadzah Hj Abidah Noer Ali. Hadir juga, Ustadzah Hj. Sholihah Noer Ali, Ustadzah Hj. Ulfah Noer Ali, dan Ustadzah Hj Mahmudah Noer Ali, serta para pengajar dan santri Pesantren Attaqwa. Suasana makin meriah dengan iringan marching band Pondok Pesantren Attaqwa.
Pesantren Attaqwa juga menyiapkan kendaraan Buggy Car yang dikendarai dari gerbang menuju lokasi Nadwah Ilmiah. Sebelum itu, Dr. Sara Atha Amin Mohammed diajak bersama ustdzah pesantren Attaqwa berziarah ke makam Pahlawan Nasional, pendiri pesantren Attaqwa, KH. Noer Alie.
Kehadiran Dr Sara di Pesantren Attaqwa untuk berbicara pada Nahwa Ilmiah tentang Metodologi Smart Menghafal Al-Qur’an. Dr. Sara adalah satu dari enam delegasi Al-Azhar dan MHM yang pada Ramadan 1446 H ditugaskan berdakwah di Indonesia. Dr. Sara merupakan lulusan Al-Azhar Mesir dan saat ini dikenal sebagai ulama perempuan ahli Ushul Fiqih. Dia berhasil menghafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun dan menyelesaikan doktoralnya dalam usia yang relatif masih sangat muda, 30 tahun.

Kepada para santri Pesantren Attaqwa, Dr. Sara berbagi pengalaman saat dirinya menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan santri penghafal Al-Qur’an adalah menetapkan target. Target itu bisa disusun berdasarkan target harian, mingguan, atau bulanan. Hal yang terpenting dari target adalah berusaha memenuhinya secara konsisten.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bergabung dengan komunitas penghafal Al-Qur’an. Sehingga, para penghafal bisa saling sharing pengalaman, juga fokus pada tradisi menghafal. Tips lainnya adalah selalu membawa mushaf kecil. Tujuannya, agar bisa terus mengingat hafalan.
Beberapa kiat lainnya adalah: memulai dari surat yang mudah, menggunakan satu mushaf saja untuk menghafal, jangan berpindah surat sebelum benar-benar hafal, serta memperhatikan ayat-ayat yang hampir sama. Penghafal Al-Qur’an juga perlu mengikuti perlombaan Tahfidzul Qur’an untuk melatih daya hafalnya.

Untuk menguatkan daya ingat, Dr. Sara Atha Amin Mohammed juga punya beberapa tips, yaitu: banyak mendengarkan Al-Qur’an, menuliskan ayat yang dihafalkan, dan mengulangi per ayat sebanyak 5 kali, lalu mengulanginya kembali dengan menggabungkan setiap tambahan ayat, dan itu juga dilakukan sebanyak 5 kali.
Dr Sara mengaku senang bisa berkunjung ke Pesantren Attaqwa dan melihat semangat para santri dalam belajar. Dia bahkan ikut bersenandung, melafalkan salawat yang dilantunkan para santri. Selesai menyampaikan paparannya, Dr Sara diajak berkeliling pondok untuk melihat bangunan dan beragam fasilitas santri.