Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan menjelaskan bahwa dampak kehadiran media baru terhadap Islam sudah diprediksi para ilmuan sejak lama. Salah satu dampak itu adalah fragmentasi otoritas keagamaan. Namun demikian, kata Noorhaidi, fragmentasi otoritas keagamaan bisa bermakna ganda. Satu sisi bisa disebut demokratisasi agama.
Baca selanjutnya>Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Amin Abdullah mengakui bahwa fenomena AI, algoritma, Chat GPT, dan lainnya memang mengubah tatanan. Meski demikian, tugas manusia adalah merespons dan menjawab tantangannya.
Baca selanjutnya>Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin (MHM) Dr. TGB M Zainul Majdi menyebut bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) perlu direspons secara baik dan optimis. Menurutnya, perkembangan AI bukan ancaman eksistensial.
Baca selanjutnya>Pendiri dan Anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) Prof Quraish Shihab mengatakan, sebagai fenomena baru, AI bisa direspons dengan tiga perspektif. Pertama, dilihat dengan pandangan lama. Kedua, dilihat dengan pandangan baru semata. Ketiga, dilihat dengan pandangan baru sambil menyertakan nilai-nilai mapan dari pendapat lama.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar seminar nasional bertajuk Ketika Ulama Bertemu Algoritma. Seminar digelar di kampus UIN Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). Seminar ini diikuti lebih 550 peserta, baik dosen, peneliti, akademisi, maupun mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Baca selanjutnya>
























