Majelis Hukama Muslimini (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengintensifkan upaya bersama untuk menyebarkan budaya perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan antarmanusia dalam menanggapi perang, konflik, dan pertikaian yang terus berlangsung dan menelan banyak korban, cedera, serta menyebabkan orang-orang mengungsi dari rumah dan negara mereka.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menyoroti peran penting yang telah dimainkan para pemimpin agama sepanjang sejarah sebagai pemandu moral, yang mengarahkan umat manusia menuju hidup berdampingan secara damai. Ia mencatat bahwa mereka sangat penting dalam menegakkan kerangka moral masyarakat dan individu. Abdelsalam menekankan hubungan erat antara agama dan etika, menjelaskan bahwa banyak orang beragama melihat nilai-nilai moral mereka tidak dapat dipisahkan dari keyakinan mereka, yang menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip agama dalam membentuk perilaku etis.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, berpartisipasi dalam KTT Dunia Peraih Nobel Perdamaian di Meksiko, Jumat (19/9/2024). KTT tahun ini mengangkat tema "Perdamaian untuk Kemajuan: Jalan Menuju Kemakmuran Bersama."
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin pada Pameran Buku Internasional Baghdad menyelenggarakan seminar berjudul "Dialog Intra-Islam dan Tantangan Bersama", Jumat (20/9/2024). Seminar ini menghadirkan Syekh Dr. Mahmoud Abdulaziz Al-Ani (Presiden Dewan Cendekiawan Irak) dan Dr. Jawad Al-Khoei (Presiden Dar Al-Ilm lil Imam Al-Khoei). Selaku moderator, Dr. Samir Boudinar (Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama).
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukaam Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Baghdad kembali menggelar seminar pada Jumat (20/9/2024). Seminar ini mengangkat tema: "Tinjauan Buku Metodologi Al-Azhar" karya Grand Syekh Al Azhar yang juga MHM, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb. Hadir sebagai narasumber, Dr. Imad Al-Din Salam, seorang peneliti di Kantor Pemulihan Warisan Budaya Al-Azhar. Dia mengulas gagasan utama, konsep, dan visi komprehensif yang disajikan dalam buku tersebut.
Baca selanjutnya>
























