Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Dr. Sultan Al Remeithi mengajak industri media untuk melakukan yang terbaik dalam melawan ujaran kebencian, intoleransi, dan manipulasi politik. Ajakan ini disampaikan Al Remeithi saat memberikan sambutan pada konferensi 'Media Melawan Kebencian' yang berlangsung di Ibu Kota Yordania, Amman.
Baca selanjutnya>Ikhtiar membumikan nilai-nilai ‘Piagam Kemanusiaan untuk Persaudaraan dan Hidup Bersama’ dilakukan oleh kalangan Indonesia, bahkan tidak lama setelah dokumen itu ditandatangani, pada 4 Februari 2019. Tepatnya pada 18 September 2019, sejumlah intelektual Indonesia, membahas dokumen ini dalam Forum Titik Temu.
Baca selanjutnya>Anggota Majelis Hukama Al-Muslimin dari Indonesia Prof Dr. M. Quraish Shibah, MA menjelaskan kunci membumikan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama pada Forum Titik Temu yang diprakarsai oleh Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian dan MAARIF Institute For Culture And Humanity di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Baca selanjutnya>Anggota Majelis Hukama Al-Muslimin yang juga Presiden Majelis Ulama Oujda, Maroko, Dr Mustapha Benhamza, mengkritik fatwa menyesatkan yang mengizinkan pencurian harta non-muslim dengan dalih sebagai "rampasan perang".
Baca selanjutnya>Ketua Dewan Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Dr. Ahmed Al-Tayeb menegaskan bahwa moderasi adalah salah satu karakteristik Islam yang paling menonjol. Karenanya, Islam dikenal sebagai “agama moderat”.
Baca selanjutnya>Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pada 5 Maret 2021 melakukan kunjungan ke Irak. Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin Dr. Sultan Al Remeithi mengatakan menilai kunjungan itu memberi pesan solidaritas kepada para korban kekerasan di seluruh dunia.
Baca selanjutnya>Yerussalem pada 7 Mei 2021 kembali memanas. Pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan 1442 H, warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kawasan Masjid Al-Aqsa. Dilaporkan ratusan orang terluka akibat bentrokan tersebut yang terjadi antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem.
Baca selanjutnya>Tanggal 4 Februari 2021 menandai dua tahun ditandatanganinya “Piagam Persaudaraaan Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama”. Dokumen ini ditandatangani oleh Imam Akbar Syekh Ahmad Al-Thayeb (Ketua Majelis Hukama Al-Muslimin) dan Paus Fransiskus (Pimpinan Gereja Katolik) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 4 Februari 2019.
Baca selanjutnya>Salah satu yang dilakukan Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, tanpa membedakan ras, agama, dan lainnya. Hal ini dilakukan melalui inisiatif program “Dialog Timur dan Barat.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) memberikan perhatian khusus pada Qawaafil as-Salaam atau Peace Convoys. Yaitu, program untuk mempromosikan perdamaian, toleransi dan semangat hidup berdampingin, terutama di kalangan pemuda muslim, serta organisasi keagamaan dan perguruan tinggi di dunia. Konvoi pertama dilakukan selama bulan Ramadhan 1436 H/2015 M, untuk empat belas negara. Para cendekiawan di bidang hukum Islam dan disiplin ilmu keislaman lainnya, berbicara dengan bahasa negara yang dikunjungi dalam beragam kegiatan ilmiah, misalnya: seminar keagamaan, pertemuan intelektual, dan kuliah ilmiah. Hal itu dilakukan di sejumlah lembaga keagamaan dan akademik. Tujuannya, meluruskan pemahaman dan meredakan ketegangan terkait isu-isu keagamaan yang banyak berkembang di masyarakat muslim dan dunia. Konvoi perdamaian ini dilakukan MHM bekerja sama dengan Al-Azhar Al-Sharif.
Baca selanjutnya>












