Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM Terima Wakil Urusan Umum Sekretariat Negara Takhta Suci, Bahas Penguatan Kerja Sama

Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM Terima Wakil Urusan Umum Sekretariat Negara Takhta Suci, Bahas Penguatan Kerja Sama

Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Minggu  (2/11/2025), menerima Uskup Agung Edgar Peña Parra, Wakil Urusan Umum Sekretariat Negara Takhta Suci. Hadir mendampingi, Uskup Agung Nicolas Thevenin, Nunsius Apostolik untuk Mesir.

Baca selanjutnya>
MHM Berpartisipasi dalam Acara Global di Roma, Kenang Mendiang Paus Fransiskus

MHM Berpartisipasi dalam Acara Global di Roma, Kenang Mendiang Paus Fransiskus

Majelis Hukama Muslimim (MHM) berpartisipasi dalam acara global yang diadakan di Roma untuk mengenang mendiang Paus Fransiskus, mantan Pemimpin Gereja Katolik. Pertemuan tersebut mempertemukan beberapa pemimpin agama dan diplomatik serta perwakilan dari organisasi internasional dan Vatikan.

Baca selanjutnya>
Grand Syekh Al-Azhar bertemu Presiden Italia, Tekankan Dialog dan Promosi Nilai Toleransi

Grand Syekh Al-Azhar bertemu Presiden Italia, Tekankan Dialog dan Promosi Nilai Toleransi

Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, bertemu Presiden Sergio Mattarella dari Italia, di ibu kota Italia, Roma, Senin (27/10/2025), di sela-sela partisipasinya dalam Pertemuan Internasional untuk Perdamaian, bertajuk "Daring Peace".

Baca selanjutnya>
Grand Syekh Al-Azhar: Tidak Ada Perdamaian di Timur Tengah Tanpa Negara Palestina

Grand Syekh Al-Azhar: Tidak Ada Perdamaian di Timur Tengah Tanpa Negara Palestina

Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menyerukan keadilan universal dan pengakuan terhadap negara Palestina dalam pidatonya di Pertemuan Dunia untuk Perdamaian yang digelar Komunitas Sant’Egidio di Roma, Italia, Senin (27/10/2028). Pertemuan bertema “Menemukan Keberanian untuk Mewujudkan Perdamaian” itu dihadiri Presiden Italia Sergio Mattarella, Ratu Belgia Mathilde, serta para pemimpin agama dan pemikir dari berbagai negara.

Baca selanjutnya>
Presiden Italia Mengutip Grand Syekh Al-Azhar tentang Perdamaian dan Dialog Antaragama dalam Pembukaan Pertemuan

Presiden Italia Mengutip Grand Syekh Al-Azhar tentang Perdamaian dan Dialog Antaragama dalam Pembukaan Pertemuan "Daring Peace" di Roma

Presiden Italia Sergio Mattarella menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, serta perannya yang luar biasa dalam mempromosikan budaya perdamaian, memperkuat persaudaraan manusia, dan menanamkan nilai-nilai koeksistensi positif serta penerimaan terhadap sesame. Apresiasi ini Presiden Sergio Mattarella sampaikan dalam pidatonya di sesi pembukaan pertemuan internasional "Daring Peace" yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio di Roma, Senin (27/10/2025).

Baca selanjutnya>
Grand Syekh Al-Azhar Bertemua Mantan Presiden Niger, Bahas Kerja Sama

Grand Syekh Al-Azhar Bertemua Mantan Presiden Niger, Bahas Kerja Sama

Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslim (MHM), Imam Akbar Ahmed Al Tayeb menegaskan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase kekacauan dan erosi standar, menjadi lebih keras dan menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk esensi agama. Grand Syekh mencatat bahwa Al-Azhar dan MHM tetap teguh dalam memenuhi misi mereka untuk menyebarkan perdamaian dan koeksistensi antarmanusia, meskipun konflik yang dihadapi dunia semakin meningkat.

Baca selanjutnya>
Grand Syekh Al-Azhar Bertolak ke Roma, Hadiri Konferensi Internasional tentang Perdamaian

Grand Syekh Al-Azhar Bertolak ke Roma, Hadiri Konferensi Internasional tentang Perdamaian

Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed al-Tayeb, dijadwalkan berangkat ke ibu kota Italia, Roma, Sabtu (25/10/2025), untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional. Konferensi bertajuk “Menemukan Keberanian untuk Mengupayakan Perdamaian” ini diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio. Konferensi ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan para pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Baca selanjutnya>
Terima Delegasi Pemuda Dewan Gereja Dunia, Ketua MHM Bicara Pentingnya Dialog Lintas Agama

Terima Delegasi Pemuda Dewan Gereja Dunia, Ketua MHM Bicara Pentingnya Dialog Lintas Agama

Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb menerima delegasi pemuda dari Dewan Gereja Dunia. Dalam pertemuan tersebut, Kamis (23/10/2025), Grand Syekh Al Azhar menekankan bahwa agama membawa pesan cinta kasih dan perdamaian, dan tidak pernah dijadikan dalih untuk perang atau konflik, seraya menyampaikan harapannya agar kaum muda memimpin dalam mempromosikan budaya dialog, toleransi, koeksistensi, dan perdamaian.

Baca selanjutnya>
MHM Berpartisipasi dalam Konferensi UNCTAD tentang “AI dan Pembangunan Berkelanjutan” di Jenewa

MHM Berpartisipasi dalam Konferensi UNCTAD tentang “AI dan Pembangunan Berkelanjutan” di Jenewa

Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam sesi ke-16 Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD16). Konferensi ini diselenggarakan di Jenewa, 20 - 23 Oktober 2025. Acara ini mengusung tema “Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Konferensi ini dihadiri oleh para ahli, pejabat, dan perwakilan organisasi internasional di seluruh dunia.

Baca selanjutnya>
MHM Kecam Keras Pengesahan Dua RUU Penjajah Israel untuk Berlakukan Kedaulatan atas Tepi Barat yang Diduduki

MHM Kecam Keras Pengesahan Dua RUU Penjajah Israel untuk Berlakukan Kedaulatan atas Tepi Barat yang Diduduki

Majelis Hukama Muslimin (MHM), yang diketuai Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayyeb, mengecam keras keputusan Knesset Israel yang dalam pembacaan awal menyetujui dua rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan memberlakukan kedaulatan pendudukan Israel di Tepi Barat yang diduduki serta melegalkan penguasaan atas salah satu permukiman ilegal.

Baca selanjutnya>