Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa Umat Islam tidak memperoleh apa pun dari perpecahan, fragmentasi, atau campur tangan dalam urusan internal masing-masing. Ia memperingatkan bahwa pertikaian teritorial, eksploitasi perbedaan sektarian dan etnis, dan upaya untuk mengubah tradisi agama yang mapan melalui paksaan atau bujukan hanya akan memicu konflik, melemahkan umat, dan menguatkan kekuatan eksternal untuk melawannya.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa 'keseimbangan' antara Sunni dan Syiah telah lama memikat para ulama umat muslim. Mereka telah bekerja keras untuk mempertahankan tujuan ini dalam kesadaran masyarakat muslim, menanamkannya secara mendalam dan membangkitkannya dalam emosi mereka setiap kali benih-benih perpecahan dan perselisihan mengancam akan muncul, mengganggu persatuan mereka dan merusak stabilitas dan keamanan mereka.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, tiba di Manama, ibu kota Bahrain, Selasa (19/2/2025), untuk berpartisipasi dalam Konferensi Dialog Intra-Islam. Mengangkat tema "Satu Bangsa, Satu Masa Depan," konferensi akan berlangsung dua hari, 19 - 20 Februari 2025.
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, hari ini, Selasa (18/2/2025), bertolak ke Kerajaan Bahrain untuk berpartisipasi dalam Konferensi Dialog Intra-Islam. Konferensi yang bertema "Satu Bangsa, Satu Masa Depan" ini akan berlangsung dari 19 hingga 20 Februari 2025.
Baca selanjutnya>Kerajaan Bahrain akan menjadi tuan rumah Konferensi Dialog Intra-Islam yang berlangsung di Manama, 19–20 Februari 2025. Konferensi ini terselenggara atas dukungan penuh dari Raja Bahrain, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa.
Baca selanjutnya>
























