Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Kairo menawarkan kepada pengunjung pilihan publikasi terbaru dari Penerbit Al-Hokama untuk 2025. Di antara yang menjadi sorotan adalah buku 'On Public Culture' karya Dr. Ali Al-Anani, seorang profesor filsafat di Fakultas Dar Al-Uloom dan Usuluddin (Studi Islam), yang meninggal pada tahun 1940.
Baca selanjutnya>Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Kairo menyelenggarakan seminar budaya ke-17, bertajuk "Etika Dialog dalam Al-Quran", Selasa (4/2/2025). Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Nahla Al-Saeedi, Kepala Pusat Pengembangan Mahasiswa Internasional, dan Prof. Dr. Abdel Fattah Khidr, Mantan Dekan Fakultas Ilmu Al-Quran di Universitas Al-Azhar. Selaku moderator, Tn. Mohamed Gomaa, seorang presenter dan jurnalis di Jaringan Radio Al-Quran.
Baca selanjutnya>Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Kairo menyelenggarakan seminar budaya ke-16, bertajuk “Di Tepi Puisi Arab”, Selasa (4/2/2025). Acara tersebut menghadirkan narasumber, Prof. Dr. Saber Abdel Dayem, mantan Dekan Fakultas Bahasa Arab di Zagazig dan Ketua Liga Sastra Islam Universal di Kairo. Selaku moderator, Yasmin Obeid, seorang peserta Forum Pembawa Perdamaian yang Berkembang.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin, Konselor Mohamed Abdelsalam, menegaskan bahwa Uni Emirat Arab, di bawah kepemimpinan Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, berdiri sebagai model perintis dalam mempromosikan nilai-nilai dialog, toleransi, hidup berdampingan secara damai, dan persaudaraan manusia sambil menolak ujaran kebencian, ekstremisme, fanatisme, dan diskriminasi.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin, yang diketuai Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menekankan bahwa Hari Persaudaraan Manusia Internasional adalah perayaan nilai-nilai kemanusiaan bersama, yang menegaskan kembali bahwa semua orang adalah bagian dari satu keluarga global yang disatukan oleh prinsip-prinsip umum. MHM menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya kolektif untuk mempromosikan dialog, toleransi, hidup berdampingan, perdamaian, dan persaudaraan manusia di antara orang-orang dengan latar belakang dan budaya yang beragam.
Baca selanjutnya>
























